Berita

Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran, Idil Akbar/Dok Pribadi

Politik

Sebulan Jelang Pendaftaran, Pilwalkot Bandung Masih Nihil Paslon

JUMAT, 26 JULI 2024 | 06:27 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pendaftaran pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bandung tinggal sebulan lagi. Berdasarkan jadwal yang dirilis KPU, pendaftaran pasangan calon kepala daerah akan dibuka pada 27 hingga 29 Agustus 2024.

Namun, hingga Kamis (25/7), belum ada satupun pasangan calon yang muncul ke publik. Pun belum terbentuk satupun koalisi partai politik di Kota Bandung.

Menurut pengamat politik dari Universitas Padjadjaran, Idil Akbar, kondisi ini disebabkan oleh negosiasi yang masih alot antara calon dengan partai-partai politik. 


"Sebagian besar calon baru mendapatkan surat tugas untuk mencari pasangan dari partai lain guna maju di pilkada. Selain itu, di Kota Bandung, banyak partai politik tidak bisa mengusung calon sendiri karena terkendala aturan ambang batas 20 persen kursi di DPRD," terang Idil, dikutip RMOLJabar, Kamis (25/7).

Idil menjelaskan, masyarakat sudah paham dengan syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh calon yang ingin diusung oleh partai politik, yang seringkali memakan waktu dalam proses negosiasi. 

"Negosiasi yang alot ini adalah hal yang biasa," tambahnya.

Jika pasangan calon sudah terbentuk, lanjut Idil, proses pendaftaran ke KPU akan menjadi lebih mudah. 

"Biasanya pasangan calon akan mengumumkan diri pada periode akhir menjelang pendaftaran," sebutnya.

Menurut Idil, tenggat waktu yang ada memberikan kesempatan bagi kandidat untuk mencari dukungan dari partai politik dan menemukan pasangan yang tepat, baik dari partai politik maupun dari luar partai.

"Yang paling penting adalah mencari sponsor yang dapat memberikan dukungan dana kampanye," ungkap Idil.

Meski pengumuman pasangan calon dilakukan di menit-menit terakhir, Idil menilai hal ini tidak akan banyak berpengaruh pada elektabilitas dan popularitas pasangan calon. 

"Dampaknya tidak akan terlalu besar karena biasanya calon sudah mulai memperkenalkan diri sebelum pendaftaran. Masa kampanye yang panjang setelah pendaftaran juga memberikan waktu yang cukup untuk mempopulerkan diri dan membangun elektabilitas di masyarakat," paparnya.

"Dengan hampir dua bulan waktu kampanye, pasangan calon masih memiliki cukup waktu untuk memperkenalkan diri kepada publik," pungkas Idil.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya