Berita

Suasana kunjungan Ketua DPD PAN Kota Semarang di kantor DPC PKB Kota Semarang, Kamis (25/7)/Istimewa

Politik

PAN dan PKB Bersatu, Warga NU dan Muhammadiyah Akan Solid Menyambut Pilkada 2024

JUMAT, 26 JULI 2024 | 04:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Semarang mengajak Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk mengkonsolidasi warga Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, agar tidak sekadar menjadi objek dalam ajang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PAN Kota Semarang, Sri Mulyono Tatag Anggoro, menyatakan hal itu dalam kunjungan resminya ke kantor DPC PKB Kota Semarang,Kamis (25/7).

“NU dan Muhammadiyah memiliki jamaah dan anggota yang mayoritas, namun sering tidak diperhitungkan oleh partai politik, termasuk dalam Pilkada Kota Semarang. Oleh karena itu, PKB dan PAN perlu memfasilitasi dua jam’iyyah ini agar umat dapat tertuntun memilih pemimpin yang baik,” ujar Tatag yang berlatar belakang NU namun kini menjabat sebagai Ketua DPD PAN.


Tatag juga mengaku telah diperintahkan oleh beberapa tokoh Muslim di Kota Semarang untuk menyampaikan pesan penting tentang perlunya konsolidasi jam’iyyah NU dan Muhammadiyah.

“Kunjungan saya ke kantor PKB ini tidak hanya mewakili PAN, tetapi juga menyampaikan pesan agar PKB dan PAN bersama-sama dengan NU dan Muhammadiyah dapat mewujudkan Semarang sebagai Kota Santri. Ini adalah dhawuh dari para tokoh Muslim di Kota Semarang,” terang Tatag, dikutip RMOLJateng, Kamis (25/7).

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kota Semarang, Muhammad Mahsun, menyambut gembira kedatangan Tatag Anggoro cs. Dalam menyambut Ketua DPD PAN itu, Mahsun mengajak para pengurus PKB, anggota Fraksi PKB, dan para caleg PKB.

Mahsun menekankan bahwa PKB sebagai representasi NU siap mengajak warga Nahdliyin untuk berperan dalam Pilkada Kota Semarang. 

Ia setuju bahwa PKB harus bergandengan tangan dengan PAN dan Muhammadiyah untuk menggerakkan semangat warga. Khususnya kaum Muslimin yang terafiliasi dengan NU maupun Muhammadiyah, dalam merespons Pilkada sebagai sesuatu yang penting untuk menentukan kontribusi agama kepada masyarakat selama lima tahun ke depan.

Mahsun menambahkan, apabila NU dan Muhammadiyah berbicara dalam konteks Pilkada, umat akan mendapatkan tuntunan sesuai ajaran agama tentang perlunya memilih pemimpin yang amanah dan dapat dipercaya. 

Jangan sampai warga NU maupun Muhammadiyah hanya pasif dan menjadi objek yang diombang-ambingkan oleh isu politik sehingga tidak bisa menentukan pilihan yang tepat.

“Memilih pemimpin itu fardhu kifayah, bagian dari amalan agama. Ini menentukan bagaimana kekuasaan akan dijalankan untuk rakyat. Oleh karena itu, NU dan Muhammadiyah perlu konsolidasi untuk menuntun umat. PKB dan PAN siap memegang mandat konsolidasi tersebut,” tutur Mahsun yang didampingi oleh Sekretaris DPC PKB Juan Rama, Sekretaris Desk Pilkada PKB Antoni Yudha Timor, dan para fungsionaris DPC PKB Kota Semarang.

Lanjut Mahsun, PKB dan PAN sudah memiliki pengalaman berkoalisi untuk mengusung calon Walikota Semarang. Pada 2005, PKB, PAN, PPP, dan PKS mengusung pasangan Sukawi Sutarip-Mahfud Ali yang memenangkan Pilkada.

Dalam pertemuan selama 2 jam tersebut, diskusi serius membahas persiapan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwalkot) diselingi dengan guyonan khas Semarang.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya