Berita

Bangunan sekolah Raudhlatul Athfal (RA) di belakang Gedung DPRD Kota Tasikmalaya yang ambruk karena lapuk/RMOLJabar

Nusantara

Puluhan Murid Melihat Bangunan Sekolah Mereka Ambruk pada Hari Anak Nasional

RABU, 24 JULI 2024 | 05:16 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sebuah ironi terjadi di Kota Tasikmalaya pada Hari Anak Nasional kali ini. Tepat di momen perayaan keceriaan anak-anak, sebuah bangunan sekolah Raudhlatul Athfal (RA) di belakang Gedung DPRD ambruk pada Selasa (23/7)sekitar pukul 05.50 WIB. Diduga, bangunan ini ambruk karena sudah lapuk.

Akibat kejadian ini, puluhan siswa kehilangan momen bahagia dalam merayakan Hari Anak Nasional. Tiga ruang kelas dan satu ruang guru tak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Pantauan RMOLJabar di lokasi, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya bersama personel kepolisian dari Polsek Indihiang tengah sibuk membersihkan puing-puing dan mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan. 


Sementara itu, para siswa beserta orang tua mereka terlihat sedih melihat kondisi sekolah yang rusak parah.

Kepala RA, Ana Yuliana,mengungkapkan, sebelumnya sekolah telah merencanakan berbagai kegiatan untuk memperingati Hari Anak Nasional di lokasi tersebut.

"Hari ini seharusnya kita merayakan Hari Anak Nasional di sekolah ini. Namun, dengan kejadian ini, perayaan tersebut harus dibatalkan," ujar Ana Yuliana dikutip RMOLJabar, Selasa (23/7).

Lebih lanjut, Ana Yuliana menjelaskan bahwa pihak sekolah telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk membuat para siswa merasa bahagia pada hari tersebut. Namun, rencana itu harus diurungkan karena ambruknya ruang kelas.

"Kami sebenarnya sudah siap untuk menggunakan ruang kelas hari ini, tapi karena kejadian ini, kami harus meliburkan kegiatan belajar sementara waktu," imbuhnya.

Dia menambahkan, bangunan tersebut sering digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Bahkan, pada hari Senin kemarin, kelas masih digunakan untuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

"Kelas ini sering digunakan untuk kegiatan KBM. Bahkan kemarin kita masih melakukan MPLS di sini. Namun, hari ini kami harus meliburkan kegiatan belajar," tutur Ana.

Ana mengakui bahwa kondisi bangunan sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan sejak beberapa waktu lalu. Salah satunya dipicu gempa yang terjadi.

"Kondisi bangunan sudah mulai lapuk, mungkin karena dampak dari gempa beberapa waktu lalu. Namun, kami terpaksa menggunakan ruangan ini karena tidak ada alternatif lain untuk kegiatan belajar anak-anak," ucapnya.

Saat ini, pihak sekolah sedang merencanakan untuk meminta bantuan tenda darurat kepada BPBD untuk sementara waktu.

"Meskipun belajar di mana pun, anak-anak tetap akan bahagia. Kami tidak akan menggunakan sistem daring. Kami akan tetap berada di sini dan akan meminta bantuan tenda darurat untuk kegiatan belajar sementara," tutup Ana Yuliana.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya