Berita

Ilustrasi: Pardafas.com

Dunia

Investasi Tiongkok di Kenya Dilaporkan Menurun

SELASA, 23 JULI 2024 | 06:29 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Laporan terbaru dari Biro Statistik Nasional Kenya mengungkapkan penurunan signifikan dalam investasi langsung dari Tiongkok. Menurut laporan tersebut, investasi Beijing di Kenya telah turun lebih dari sepertiganya selama tiga tahun terakhir. 

Para analis mengaitkan pergeseran ini dengan semakin besarnya fokus Tiongkok pada ekspor produk dibandingkan investasi ke luar negeri.

Jimmy Yimming, produsen asal Tiongkok yang mengkhususkan diri pada produk rambut manusia, termasuk di antara mereka yang menjajaki peluang di Kenya. 


Seperti dikutip dari Pardafas.com, Yimming yang baru-baru ini memamerkan wignya di mal Nairobi, menyatakan optimismenya terhadap pasar Kenya.

“Saya pikir pasar Kenya sangat bagus. Saya tak sabar untuk tinggal di sini untuk waktu yang lama di masa depan, dan saya harap saya bisa mendapatkan kesempatan itu,” ujarnya.

Tiongkok telah menjadi investor besar di Kenya dan negara-negara Afrika lainnya, sebagian besar melalui Belt and Road Initiative (BRI). Hasilnya, Beijing telah menjadi sumber impor utama bagi Kenya, dan posisi ini terus dipertahankan.

Namun, data di Kenya menunjukkan bahwa antara tahun 2020 dan 2022, investasi Tiongkok di sektor konstruksi di Kenya, bidang utama investasi asing Tiongkok, mengalami menurun lebih dari 34 persen. Sebaliknya, investasi AS di Kenya sedikit meningkat pada periode yang sama, naik dari 7,1 persen menjadi 7,4 persen.

Analis riset Churchill Ogutu mencatat bahwa AS berfokus pada sektor-sektor penting di Kenya, termasuk kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, dan farmasi. “Secara umum, kami melihat sejumlah sektor yang biasanya menjadi penerima manfaat,” kata Ogutu.

“Kesehatan, TIK, dan farmasi adalah penerima manfaat utama dari investasi asing langsung ke Kenya, dan di sinilah Amerika menonjol.”

Laporan Departemen Luar Negeri tahun lalu menyoroti iklim bisnis yang menguntungkan di Kenya, yang menjadikannya menarik bagi perusahaan-perusahaan internasional yang mencari operasi regional atau pan-Afrika. Perusahaan-perusahaan Amerika terus menunjukkan minat yang kuat untuk memperluas kehadiran mereka di negara tersebut.

Laporan Biro Statistik Nasional juga menunjukkan adanya pergeseran sumber utama investasi asing di Kenya, dimana India kini melampaui Tiongkok, diikuti oleh Jepang.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya