Berita

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Anies Baswedan/Ist

Publika

Rematch Ahok Berkah Buat Anies

OLEH: TONY ROSYID*
MINGGU, 21 JULI 2024 | 18:31 WIB

PDIP hampir saja mengusung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta. Usulan mengusung Anies sudah disampaikan secara resmi DPD PDIP ke DPP. PDIP rencananya akan pasang cawagub. Prasetyo Edi Marsudi menjadi salah satu alternatif cawagub Anies.

Ketika PKS deklarasikan AMAN, singkatan dari Anies Baswedan-Sohibul Iman, PDIP mulai berpikir ulang. Sebab, peluang untuk ambil cawagub seolah tertutup. 

PDIP berupaya cari alternatif. Ini tidak mudah, karena PDIP di Jakarta hanya punya 15 kursi. Kurang 7 kursi untuk bisa mengusung pasangan cagub-cawagub. Sementara, PDIP tidak punya calon yang potensial dan menarik bagi partai lain untuk ikut gabung dan berkoalisi.


Saat ini, PDIP nampak sendiri. PDIP berseberangan dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang dibentuk Jokowi. PDIP juga berada di luar Koalisi Perubahan yang dibentuk oleh PKS-PKB-Nasdem. Posisi PDIP sekarang terjepit di antara dua koalisi besar yaitu KIM dan Koalisi Perubahan.

Dalam situasi kebuntuan ini, muncul Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kader PDIP yang di Pilgub DKI 2017 dikalahkan oleh Anies-Sandi dengan sangat dramatis. Kasus penistaan agama telah memicu 7 juta umat Islam memenuhi halaman Monas di Jakarta. Mereka protes terhadap Ahok yang saat itu full didukung Jokowi.

Tidak hanya umat Islam, Ahok dan para pendukungnya nampak merawat memori ini. Dalam banyak kesempatan Ahok seringkali menyinggung soal kekalahannya di Pilgub DKI. Ahok dan para pendukungnya seperti belum bisa menerima peristiwa 2017 silam. Mereka menganggap Pilgub Jakarta 2017 itu hasil politisasi agama dan intoleransi. 2024 ini, perlu diuji kembali dengan rematch, kata Ahok penasaran.

Saat ini, Ahok ingin sekali rematch dengan Anies. PDIP pun memberi sinyal, meski masih samar. Nampak ada keraguan. Karena PDIP tidak cukup kursinya untuk mengusung Ahok. Tapi, Ahok kelihatan sangat bersemangat dan antusias.

Keinginan Ahok untuk rematch ini jadi berkah buat Anies. Nama Anies yang mulai redup pasca kekalahannya di pilpres, muncul kembali ketika Anies mendeklarasikan diri untuk siap kembali ikut kontestasi di Pilgub Jakarta. 

Sambutan pendukung Anies kembali antusias ketika partai yang tergabung dalam Koalisi Perubahan menyatakan akan mengusung. Di tengah proses konsolidasi koalisi, nama Ahok muncul. Ahok tantang Anies untuk rematch

Tantangan Ahok ini berpotensi membangunkan kembali para pendukung Anies dari kelesuannya. Bagi pendukung Anies, ini gairah baru. Alam bawah sadar mereka terdorong untuk bergerak kembali. Turun ke lapangan, ambil bagian untuk melawan Ahok.

Beberapa hari ke depan, pernyataan rematch Ahok diprediksi akan mampu menggerakkan para pendukung Anies untuk melakukan konsolidasi. Tantangan Ahok akan menjadi vitamin yang menyegarkan kembali gairah bagi para pendukung Anies untuk keluar dari peristirahatannya pasca Pilpres 2024 lalu. Di sinilah panggung Anies mulai tegak kembali.

Apakah ini disebabkan karena Ahok non muslim? Lalu muncul stigma bahwa umat Islam tidak bisa menerima pemimpin non muslim? Atau lebih ekstrim lagi, apakah muslim Jakarta tidak suka atau benci terhadap non muslim?

Sangat simpel menguji stigma ekstrem ini. Andai saja yang menjadi lawan Anies di Pilgub Jakarta itu Franz Magnis Suseno atau Rocky Gerung yang non muslim itu, apakah akan ada perlawanan masif dari umat Islam? 

Jawabnya, pasti tidak. Orang pintar lawan orang pintar. Sesama tokoh berintegritas berkompetisi. Warga Jakarta mungkin akan santai saja. Sebab, siapapun yang menang, mereka adalah orang-orang yang berintegritas dan punya kompetensi. Teristimewanya: mereka tidak bikin gaduh.

Lalu, apa kesimpulannya? Ini bukan soal muslim non muslim. Ini juga bukan soal isu mayoritas vs minoritas. Ini tidak ada hubungannya dengan etnis. Tapi, Ahok dengan semua kelebihannya, memang tokoh kontroversial. Dan kontroversial Ahok dianggap merisaukan mayoritas warga negara yang muslim, khususnya di Jakarta. Itu saja masalahnya.

Maka, karakter kontroversial Ahok ini menggairahkan bagi warga Jakarta yang notabene muslim mayoritas ini untuk melawannya dalam setiap kontestasi politik. Siapapun yang akan jadi lawan Ahok, umat nampaknya akan ambil bagian dan peran secara antusias untuk menghadapi Ahok.

*Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya