Berita

Representative Image/Net

Dunia

54 Persen Warga Israel Dukung Hamas

MINGGU, 21 JULI 2024 | 12:03 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Hasil survei yang dikeluarkan surat kabar Israel Maariv menunjukkan bahwa lebih dari setengah warga Israel mendukung proposal gencatan senjata yang diajukan Hamas.

Hingga kini baik Israel maupun Hamas belum bisa menyepakati proposal gencatan senjata yang diajukan masing-masing pihak.

Jajak pendapat Maariv yang dilihat redaksi pada Minggu (21/7) memperlihatkan 54 persen mendukung proposal pertukaran tahanan perang yang diajukan Hamas, sementara 24 persen menolaknya dan 27 persen ragu.


Survei juga memberikan prediksi pemilu Israel jika dilakukan lebih cepat dari seharusnya. Dikatakan bahwa partai oposisi Partai Persatuan Nasional yang dipimpin Benny Gantz akan memperoleh 23 dari 120 kursi Knesset.

Partai Likud, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, akan memenangkan 21 kursi.

Partai oposisi sayap kanan Yisrael Beiteinu, yang dipimpin oleh Avigdor Lieberman, akan memenangkan 14 kursi dan Partai Yesh Atid, yang dipimpin oleh pemimpin oposisi Yair Lapid, akan memenangkan 13 kursi.

Untuk membentuk pemerintahan, diperlukan kepercayaan dari setidaknya 61 perwakilan di Knesset.

Potensi pemilu yang dipercepat tampaknya akan semakin sulit setelah Netanyahu menilai itu belum perlu dilakukan karena agresi masih terus berlanjut di Jalur Gaza.

Menurut undang-undang, pemerintahan saat ini dibentuk pada akhir tahun 2022 setelah pemilihan umum dan seharusnya menjabat selama empat tahun kecuali diadakan pemilihan awal.

Seruan meningkat di antara warga Israel untuk mengadakan pemilu dini, namun dominasi pemerintah Netanyahu di Knesset, membuat upaya itu sulis diloloskan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya