Berita

Private class program Aceh Digital Innovation and Creativity Techfest (ADICT)/Ist

Nusantara

Amanah Bersama Markas Aceh Kembangkan Startup Lewat Program ADICT

SABTU, 20 JULI 2024 | 22:34 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sebanyak 12 tim terpilih mengikuti private class program Aceh Digital Innovation and Creativity Techfest (ADICT). Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (Amanah) bersama Markas Aceh.

Masing-masing tim terlebih dulu memperkenalkan produk dan layanannya pada hari pertama di Universitas Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Sabtu (20/7).

Ke-12 tim merupakan perusahaan rintisan atau startup yang lolos kurasi dari tiga mentor ADICT, yakni Muammar Khadafi, Qurratu Aini dan Suhil Alfata. 


Salah satu mentor Muammar Khadafi mengatakan, kegiatan tersebut sebagai wadah pengembangan bisnis dari perusahaan rintisan atau startup di Aceh.

“Jadi sebenarnya startup kita punya potensi di Aceh. Cuma, nanti yang perlu dikembangkan lagi adalah ekosistemnya,” kata Muammar Khadafi.

Startup yang lolos kurasi antara lain Pandu Cerdas, Mugee, e-tikbroh.yak, Ludesc, Algae ID, Nutribox, Puleh, Portal Data & e-Budgeting Wisata Sabang, Virtual House, Jeut-Droen, Biocircular dan Datahara.

Para peserta dijadwalkan mengikuti mentoring selama dua hari, pada 20-21 Juli 2024. Kegiatan itu diharapkan dapat mengembangkan startup di Aceh dalam memahami dan mengeksplorasi peluang bisnis di industri digital.

Menurut Muammar yang juga pendiri dan CEO PT Amanah Karya Indonesia yang berbasis di Kota Depok, Jawa Barat, perkembangan startup di Aceh belum signifikan karena terkendala berbagai hal. 

Melalui ADICT, katanya, para peserta akan mendapatkan pendampingan untuk mengatasi kendala-kendala tersebut.

“Dengan mentoring ini, bisa diberikan knowledge dari para mentor yang sudah expert di bidang-bidangnya," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya