Berita

Komisioner KPU Lampung Warsito/RMOLLampung

Politik

12 Caleg DPRD Lampung Terpilih Belum Setor LHKPN, PDIP dan PKB Paling Banyak

SABTU, 20 JULI 2024 | 06:12 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sebanyak 73 dari 85 caleg DPRD Lampung terpilih sudah menyetorkan bukti lapor Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPU Lampung. Sisa 12 orang lagi terancam tak bisa dilantik kalau tak patuh lapor LHKPN.

"Sudah 73 Caleg DPRD Lampung terpilih yang setor bukti lapor LHKPN, artinya sisa 12 lagi," kata Ketua Divisi Hukum KPU Lampung, Warsito, dikutip RMOLLampung Jumat (19/7).

Adapun caleg terpilih yang sudah setor LHKPN berasal dari PKB 6 dari 11 orang, Gerindra 16 orang, PDIP 8 dari 13 orang, Golkar 11 orang, Nasdem 9 dari 10 orang, PKS 7 orang, PAN 8 orang, dan Demokrat 8 dari 9 orang.


"Dari 12 Caleg DPRD Lampung terpilih itu, 5 orang berasal dari PDIP, 5 dari PKB, 1 dari Demokrat, dan 1 dari Nasdem," papar Warsito.

KPU mewanti-wanti para caleg tak bisa dilantik kalau tidak kunjung menyetorkan bukti laporan tersebut sampai 21 hari sebelum pelantikan. Di mana pelantikan dijadwalkan 2 September, sehingga caleg terpilih harus setor bukti lapor LHKPN sebelum 12 Agustus 2024.

"Setelah lapor LHKPN, mereka harus menyerahkan bukti lapor itu ke KPU Lampung," ujar Warsito.

Warsito melanjutkan, ada surat edaran baru dari KPU RI yang pada pokoknya menjelaskan bahwa apabila calon terpilih tidak dapat menunjukkan LHKPN hingga 21 hari sebelum pelantikan, maka wajib membuat surat pernyataan belum menerima tanda terima LHKPN dari pihak yang berwenang.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya