Berita

Ilustrasi/Net

Politik

SP Wanti-wanti Dinasti Atut Hambat Perubahan dan Kemajuan Masyarakat Banten

SELASA, 16 JULI 2024 | 17:54 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Banyaknya keluarga mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah yang ikut maju sebagai calon kepala daerah menjadi penghambat perubahan dan kemajuan masyarakat Banten.

Menurut Direktur Eksekutif Oversight of The Indonesian Democratic Policy, Satyo Purwanto (SP), Pilkada 2024 idealnya merupakan pintu gerbang perubahan nasib yang lebih baik untuk masyarakat Banten.

“Namun karena munculnya nama Calon Gubernur yang identik dengan keberlangsungan dinasti di Banten menjadi sinyal gelap bagi lahirnya perubahan di negeri para jawara tersebut,” kata Satyo kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/7).


Realitas partai politik yang cenderung sangat pragmatis dalam menentukan bakal calon pemimpin daerah memberikan peluang besar dinasti Atut ikut berlaga.

Parpol, kata Satyo, lebih sering tidak memikirkan nasib dan masa depan masyarakat. Bahkan selalu berjudi dengan kekuatan elektoral dengan hanya mengendorse calon-calon tidak layak, tidak kompeten dan cacat moral.

“Banten negeri para jawara namun sayang dikuasai segelintir dinasti yang sudah layu dan hidup dari glorifikasi omong kosong dan terus menerus berupaya menghegemoni sehingga KKN subur hingga saat ini,” sesal Satyo.

Oleh karenanya, Satyo berharap para pejuang kedaulatan rakyat Banten yang selama ini berstatus "silent majority" dapat mendobrak kebuntuan dan sekrup-sekrup dinasti omong kosong di Banten.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya