Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Batam/Ist

Bisnis

Genjot Realisasi Rempang Eco City, Airlangga: Mumpung Indonesia Sedang Diminati

SABTU, 13 JULI 2024 | 08:44 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pengembangan Kawasan Rempang Ecocity tidak bisa dipisahkan dengan arah kebijakan dan langkah strategis pengembangan Kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) yang telah disusun pada Rencana Induk Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya telah membahas banyak hal untuk pengembangan Kawasan Rempang Eco City yang masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Mulai dari ketersediaan anggaran, kesiapan pembangunan rumah dan infrastruktur, hingga rencana investasi.


Airlangga juga meminta Kementerian/Lembaga dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meningkatkan dukungan dan fasilitasi percepatan pembangunan terkait relokasi masyarakat dan realisasi investasi.

"Saya minta Forkopimda rutin melakukan koordinasi agar realisasi PSN bisa diselenggarakan. Kementerian terkait, apakah itu PUPR atau Kementerian LHK untuk menyelesaikan hal-hal yang diperlukan, terutama untuk ketersediaan lahan,” ungkap Menko Airlangga dalam keterangannya, Sabtu (13/7).

Rencana investasi di Kawasan Rempang diperkirakan akan mencapai Rp381 triliun dengan target penyerapan tenaga kerja langsung sebanyak 308.000 orang hingga tahun 2080.

“Jadi kalau iklim investasi di kita tidak segera diselesaikan, di dunia ini banyak wilayah yang siap menampung. Makanya kita perlu melakukan harmonisasi agar situasinya kondusif dan investasi bisa masuk mumpung Indonesia ini lagi diminati,” pungkas Menko Airlangga.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya