Berita

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memimpin acara Shipnaming dan Launching dua Unit Kapal PC 60 Meter di galangan kapal PT. Caputra Mitra Sejati, Banten pada Jumat (12/7)/Ist

Pertahanan

Kapal PC 60 M Buatan Anak Bangsa Siap Jaga Perairan Indonesia

SABTU, 13 JULI 2024 | 01:56 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pembangunan Kapal PC 60 meter, merupakan realisasi dari program prioritas pembangunan kekuatan untuk mencapai visi TNI Angkatan Laut 2045 yang modern, berdaya gentar kawasan dan berproyeksi global. 

Pesan itu disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali saat memimpin acara Shipnaming dan Launching dua Unit Kapal PC 60 Meter di galangan kapal PT. Caputra Mitra Sejati, Banten pada Jumat (12/7). 

Ali menjelaskan bahwa luasnya wilayah perairan Indonesia dan yurisdiksi nasional.


Wilayah perairan Indonesia tidak hanya terdapat kekayaan alam dan potensi maritim yang melimpah, melainkan juga terdapat tantangan dan ancaman maritim yang semakin besar. 

“Ancaman tersebut berevolusi seiring kemajuan teknologi dan kompetisi global guna menguasai sumber daya maritim. Inilah yang membuat meningkatnya dinamika dan kompleksitas tugas TNI AL ke depan,” tegas Ali.

“Untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut, khususnya di bidang keamanan laut, TNI Angkatan Laut terus menambah jumlah armadanya dengan pembangunan kapal-kapal patroli secara bertahap hingga memenuhi jumlah alutsista yang dibutuhkan," tambahnya. 

Kedua kapal tersebut diberi nama KRI Hampala-880 yang nantinya akan ditempatkan di Satuan Kapal Patroli (Satrol) Lantamal XI Merauke dan KRI Lumba-Lumba-881 yang akan ditempatkan di Satrol Lantamal XIII Tarakan, di mana Kapal PC 60 M ini dibutuhkan karena kontijensi di wilayah tersebut, khususnya dalam mengatasi eskalasi mendesak dari kejahatan di laut. 

Sebagai informasi, Kapal PC 60 M merupakan salah satu jenis kapal perang karya putra putri bangsa yang dibangun di Galangan PT. Caputra Mitra Sejati, Banten. 

Kapal tersebut memiliki spesifikasi teknis yaitu panjang 61,20 meter, lebar 8,50 meter, draught 2,20 meter, kecepatan maksimum 24 knots, kecepatan jelajah 17 knots dan menggunakan mesin pendorong pokok 2 unit MTU 20 V 4000 M 73 L (2050 RPM/3600 KW). 

Kapal PC 60 M ini memiliki beberapa keunggulan yaitu diperkuat dengan main gun 1 unit meriam kaliber 40 mm Marlin Ilos dan 2 unit mitraliur kaliber 12,7 mm Pindad dan mampu beroperasi di berbagai medan dan cuaca.

Populer

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya