Berita

Jerome Powell/Net

Bisnis

Powell Ghosting Pasar Global, Bursa Asia dan IHSG Terjebak Ragu

RABU, 10 JULI 2024 | 08:27 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Sentimen pernyataan Jerome Powell dari The Fed yang sangat ditunggu investor akhirnya terwujud. Pernyataan Powell di hadapan Senat AS pada Selasa malam, waktu Indonesia Barat, akhirnya jauh dari harapan pelaku pasar.

Powell terlihat hanya menyampaikan gambaran umum terkait kebijakan suku bunga. Lebih rinci, Powell menyebutkan bahwa terlalu lama membiarkan suku bunga terlalu tinggi dalam waktu lama akan membahayakan pertumbuhan ekonomi.

Untuk dicatat, pernyataan tersebut sekaligus menggaris bawahi kebijakan suku bunga The Fed di kisaran 5,25-5,5 persen yang telah hampir setahun berlaku. Besaran suku bunga tersebut juga merupakan rekor tertingginya dalam 23 tahun sejarah perekonomian AS.

Pernyataan Powell secara keseluruhan masih belum memberikan rincian kapan suku bunga diturunkan, sebagaimana diharapkan pelaku pasar. Oleh karenanya, pernyataan Powell membuat pelaku pasar kembali terjebak dalam keraguan. Dan hasil dari keraguan tersebut adalah gerak Indeks yang kembali terjebak dalam rentang terbatas. Pelaku pasar seakan dighosting oleh Powell dalam sesi perdagangan kali Ini.

Pantauan menunjukkan, gerak indeks Wall Street yang bervariasi hingga sesi perdagangan Selasa 9 Juli 2024 ditutup Rabu pagi dinihari waktu Indonesia Barat. Indeks DJIA terkoreksi tipis 0,07 persen di 39.291,97, sementara indeks S&P 500 naik sangat tipis, 0,13 persen untuk berakhir di 5.576,98, dan indeks Nasdaq menguat 0,14 persen untuk singgah di 18.429,29. Laporan lebih jauh menunjukkan, gerak Indeks yang Masih terbatas di sesi perdagangan after hours.

Dengan latar sentimen dari AS yang belum memberikan kepastian arah pergerakan Indeks Ini, sesi perdagangan di Bursa Saham Asia pagi Ini, Rabu 10 Juli 2024 diyakini akan turut terseret dalam keraguan, namun cenderung ke arah koreksi. Hal Ini disebabkan potensi teknikal, di mana pada sesi perdagangan kemarin Indeks di Asia telah melonjak cukup tajam.

Hingga ulasan ini disunting, gerak Indeks Nikkei (Jepang) tercatat menurun 0,16 persen di 41.612,39, Indeks ASX 200 (Australia) terkikis 0,29 persen di 7.806,7 dan Indeks KOSPI (Korea Selatan) terkelupas 0,18 persen di 2.862,24.

Pada Bursa Saham Indonesia, gerak IHSG juga diperkirakan akan kembali terjebak dalam rentang moderat. Sesi perdagangan yang akan dibuka beberapa menit ke depan kini menyimpan potensi koreksi bagi IHSG sebagai konsekuensi teknikal. Sekedar catatan gerak IHSG di sesi perdagangan kemarin yang hanya membukukan penguatan terbatas setelah sempat melonjak signifikan. Situasi Ini diyakini menghantarkan potensi koreksi, bila pun terjadi, dalam rentang terbatas bagi IHSG.

Sikap ragu investor juga terpantau di pasar uang. Pantauan menyebutkan, nilai tukar Dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, seperti Euro dan Pound, yang sempat menguat namun dalam rentang yang sangat terbatas, usai pernyataan Powell. Dolar AS kemudian kembali melemah moderat hingga sesi perdagangan berakhir dini hari.

Prospek Rupiah di sesi perdagangan hari Ini, Rabu 10 Juli 2024, oleh karenanya diyakini akan kembali turut terjebak dalam rentang moderat, terlebih, kembali absennya sentimen domestik yang tersedia. Laporan sebelumnya menyebutkan, Rupiah yang sempat melemah pada sesi perdagangan kemarin, namun mampu berbalik menguat tipis hingga sesi perdagangan sore.

Pelaku pasar, kini kembali menantikan pernyataan Powell lebih lanjut di hadapan Kongres AS pada malam nanti, selain juga menunggu rilis data inflasi AS pada Kamis besok.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya