Berita

PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF)/Net

Bisnis

Terlilit Utang Besar, Indofarma (INAF) Berencana Panggil Pemegang Saham

SABTU, 06 JULI 2024 | 09:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Emiten farmasi PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF), terus dirundung berbagai persoalan dan isu negatif.

Sempat geger terjerat pinjol, indikasi fraud Rp371 miliar, kinerja keuangan dan saham yang jeblok, gaji karyawan belum dibayar, dan sederet hal lainnya.

Namun begitu, perseroan sebagai emiten atau perusahaan publik tetap akan menjalankan kewajibannya, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).


RUPS dijadwalkan berlangsung pada 25 Juli 2024, pukul 13.00 WIB di Indonesia Health Learning Institute, Jakarta.

Dikutip dari Bursa Efek Indonesia, Sabtu (6/7), ada lima mata acara yang akan dibahas dan dimintai persetujuan para pemegang saham.

Pertama, Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan dan Pengesahan Laporan Keuangan, Konsolidasian Perseroan, Persetujuan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku 2023.

Kedua, Persetujuan Penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk Tahun Buku 2023.

Ketiga, Penetapan Remunerasi (Gaji atau Honorarium, Fasilitas, dan Tunjangan) Tahun Buku 2024 serta Insentif Kinerja untuk Tahun 2023 bagi Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan.

Keempat, Penunjukkan Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk mengaudit Laporan Keuangan untuk mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Tahun Buku 2024.

Kelima, Perubahan Susunan Pengurus Perseroan

Emiten farmasi pelat merah itu mengalami penurunan penjualan di sepanjang 2023.

INAF mencatat rugi bersih sebesar Rp720,99 miliar pada 2023. Angka tu membengkak 84,25 persen dari rugi bersih tahun sebelumnya sebesar Rp457,62 miliar.

Dalam keterbukaan informasi Jumat (5/7), penjualan bersih perusahaan anjlok pada tahun 2023 menjadi sebesar Rp523,59 miliar. Pada tahun 2022, penjualan bersih perusahaan sebesar Rp980,37 miliar.

Beban pokok penjualan pada tahun 2023 tercatat Rp680,98 miliar. Sementara, pada tahun sebelumnya sebesar Rp988,89 miliar.

Total liabilitas atau utang per 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp1,56 triliun atau meningkat Rp76,24 miliar atau 5,12 persen jika dibandingkan periode 2022 sebesar Rp1,49 triliun.

Nilai ekuitas menurun menjadi Rp797,83 miliar atau 12.613 persen menjadi negatif Rp804,15 miliar di akhir 2023 bila dibandingkan dengan periode 2022 sebesar negatif Rp6,32 miliar.

Total aset perusahaan sebesar Rp59,82 miliar yang terdiri aset lancar Rp198,99 miliar, investasi pada entitas asosiasi Rp1,64 miliar dan aset tidak lancar Rp560,83 miliar.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya