Berita

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi/RMOL

Dunia

PEMILU IRAN

Dubes Iran Pastikan Presiden Baru dan Prabowo Akan Bertemu

JUMAT, 28 JUNI 2024 | 18:10 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Iran akan segera memiliki presiden baru setelah pemilihan umum yang digelar hari Jumat (28/6).

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi mengatakan hasil akhirnya akan diumumkan dalam waktu kurang dari seminggu.

Menurut Dubes, sistem pemerintahan Iran akan normal kembali setelah presiden baru ditetapkan. Dia juga membahas mengenai potensi kunjungan bilateral dengan presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto.


Merujuk pada kunjungan mendiang Presiden Ebrahim Raisi tahun lalu di Jakarta, Dubes menilai pertemuan yang sama juga akan digelar di antara pemimpin yang baru terpilih.

"Jadi Anda punya pemerintahan baru, kita punya pemerintahan baru, Insya Allah, kita akan menyaksikan kunjungan kedua presiden itu. Tentu saja Presiden baru Republik Indonesia akan segera mengunjungi Iran," ungkapnya setelah melakukan pemungutan suara di TPS Jakarta.

Dubes berharap upaya penguatan hubungan yang dilakukan Raisi melalui kunjungannya tahun lalu dapat diteruskan oleh pemimpin baru Iran.

"Dan kami berharap Presiden berikutnya akan melanjutkan jalan yang sama," ujar Dubes.

Dubes mengungkap ada 61 juta peserta pemilih Iran yang mengikuti gelaran pemilu serempak di seluruh dunia.

Dia berharap hasil dapat diperoleh dari putaran pertama pemilu, tetapi jika harus ada putaran kedua itu dilakukan pada hari Jumat pekan depan (5/7).

Dikatakan Dubes, alasan mengapa pemilu diadakan di hari Jumat adalah karena Iran menetapkan akhir pekan atau hari libur di hari tersebut.

"Kita adakan pemilu di akhir pekan supaya masyarakat lebih leluasa untuk ikut pemilu," pungkasnya.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya