Berita

Kimia Farma/Net

Bisnis

Karyawan Kimia Farma Terancam di-PHK Imbas Rencana Penutupan Lima Pabrik

KAMIS, 27 JUNI 2024 | 13:50 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Karyawan dari perusahaan farmasi BUMN, PT Kimia Farma Tbk (KAEF), terancam menghadapi PHK massal, usai perusahaan pelat merah itu berencana menutup 5 dari 10 pabrik obatnya.

Direktur Produksi dan Supply Chain Kimia Farma, Hadi Kardoko, mengungkapkan ada kemungkinan PHK bagi sebagian karyawannya setelah rencana pengurangan pabrik.

Namun, ia mengaku belum dapat memastikan jumlah karyawan yang terancam terkena badai PHK tersebut, karena pihaknya saat ini masih menghitung dampak secara komprehensif.


"Tentu kami memperhatikan betul kalau memang nantinya akan ada dampak betul terhadap rasionalisasi pegawai," ujarnya dalam paparan publik KAEF, di Jakarta, dikutip Kamis (27/6).

Meski demikian, Hadi memastikan pihaknya akan tetap memenuhi kewajiban perusahaan terhadap karyawan yang terkena PHK.

"Kimia Farma akan memperhatikan yang menjadi hak-hak dari karyawan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, itu menjadi komitmen kami dalam hal ini," sambungnya.

Adapun tujuan utama dari pengurangan pabrik Kimia Farma itu dilakukan sebagai langkah efisiensi bisnis dengan merasionalisasi fasilitas produksi. Harapannya, kata Hadi, perusahaan dapat menghemat biaya dan melakukan reorientasi bisnis untuk penyehatan bisnisnya.

"Tentu langkah ini salah satu langkah dalam rangka, tiga tantangan yaitu reorentasi bisnis, restrukturisasi keuangan, dan efisiensi. Nah, salah satu cara kita melakukan efisiensi itu tentu kita melakukan rasionalisasi fasilitas produksi yang mana fasilitas produksi kita itu 10, kita akan rasionalisasi menjadi 5,"tuturnya.

Menurutnya, jumlah pabrik yang sedikit dapat menurunkan biaya operasional perusahaan, melihat adanya total biaya yang besar untuk setiap operasional pabrik.

Rencana penutupan pabrik sendiri itu diumumkan usai Kimia Farma membukukan rugi bersih sebesar Rp1,8 triliun sepanjang tahun 2023. Kondisi itu salah satunya terjadi akibat adanya masalah operasional hingga dugaan fraud yang dilakukan anak usaha, yaitu Kimia Farma Apotek (KFA).

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya