Berita

Ketua Tim Hukum Penyelamat PBB, Luthfi Yazid, dan mantan Wakil Ketua Umum PBB, Fuad Zakaria, di Kantor Ditjen AHU Kemenkumham, Jakarta Selatan, Selasa (25/6)/Ist

Politik

Kemenkumham Diminta Batalkan Kepengurusan Baru PBB

SELASA, 25 JUNI 2024 | 15:50 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Penyelamat Partai Bulan Bintang (PBB) meminta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) membatalkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan PBB yang baru di bawah kepemimpinan Pj Ketua Umum, Fahri Bachmid.

Ketua Tim Hukum Penyelamat PBB, Luthfi Yazid, menilai kepengurusan Fahri Bachmid mengandung cacat administrasi.

"Kami minta SK tersebut dibatalkan, dan kami harus menempuh prosedur keberatan administratif lebih dulu. Kami berharap dibatalkan, dicabut oleh Menkum HAM," kata Luthfi Yazid, kepada wartawan, di Ditjen AHU Kemenkumham, Jakarta Selatan, Selasa (25/6).


SK dimaksud adalah Keputusan Tata Usaha Negara Nomor M.HH-02.AH.11.03 tahun 2024 tentang Pengesahan Perubahan AD dan ART PBB.

Selanjutnya Keputusan Tata Usaha Negara Nomor M.HH-04.AH.11.02 tahun 2024 tentang Pengesahan Susunan dan Personalia DPP PBB tertanggal 12 Juni 2024.

Menurutnya, dugaan cacat administratif pengurusan baru karena pembentukannya tidak menempuh proses Musyawarah Dewan Partai (MDP) dan steering committee.

Terlebih banyak pengurus inti PBB yang tidak masuk, diantaranya Waketum PBB, Fuad Zakaria, dan Sekretaris Jenderal PBB, Afriansyah Noor.

Luthfi juga mengatakan, mantan Ketua Umum DPP PBB, Yusril Ihza Mahendra, dinilai sebagai salah satu pihak yang diduga melakukan tindakan ketidakadilan.

"Karena yang diajukan Pak yusril itu permohonan yang penuh rekayasa. Pak Yusril penuh rekayasa, penuh manipulasi terhadap permohonan yang diajukan kepada menteri," katanya.

Terlebih Afriansyah Noor yang menjabat sebagai Sekjen tak dilibatkan, dan justru langsung dicopot.

Sementara itu Wakil Ketua Umum PBB, Fuad Zakaria, mengatakan, tak hanya Afriansyah Noor, beberapa pengurus partai juga tak dilibatkan.

"Ada 12 pengurus, 3 wakil ketua, termasuk saya, dan wakil sekjen," kata Fuad, sembari berharap Kemenkumham mendengar aspirasi para petinggi PBB itu.

Menyikapi itu, redaksi telah mencoba menghubungi Fahri Bachmid, namun belum ada tanggapan sama sekali.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya