Berita

Ketua DPP PDIP, Eriko Sotarduga/RMOL

Politik

PDIP Punya Sejumlah Opsi Kerja Sama dengan PKB di Jakarta dan Jatim

SELASA, 25 JUNI 2024 | 14:54 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Peluang kerja sama PDIP dengan PKB di Pilkada Jakarta 2024 masih terbuka lebar. Termasuk juga bekerja sama di Pilkada Jawa Timur.

Ketua DPP PDIP, Eriko Sotarduga, berharap PKB dan partainya saling mengisi kader baik di Pilgub Jakarta maupun Jawa Timur.

"Kita tidak bisa maju sendiri, kita 15 kursi masih kehilangan 10 kursi. Tentu teman-teman wartawan tanyakan kurangnya dari mana. Nah, saya tanya, PKB kurang lebih 10 kursi. Cukup enggak kalau PKB sama PDI Perjuangan? Sudah cukup ya kan. Ini asumsi dulu ya supaya kita memahami," ujar Eriko di kompleks parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (25/6).


"Nah 25 kursi sudah cukup. Katakan kalau di Jakarta, misalnya berandai-andai, PKB menjadi cagubnya. Boleh enggak di Jawa Timur, PDIP yang menjadi cagubnya? Boleh kan, bukan barter. Itulah yang namanya kerja sama," sambungnya.

Eriko berpandangan, setiap kerja sama harus saling menguntungkan kedua belah pihak. Sehingga peluang untuk saling bergantian mengusung kader di Jakarta dan Jawa Timur sangat terbuka bagi PDIP dan PKB.

"Bisa saja kita dengan PKB, di sini (Jakarta) PKB jadi wakil gubernur, kita jadi gubernur. Di Jawa Timur kita jadi wakil gubernurnya, kan bisa begitu. Ini hal-hal yang bisa diperbincangkan dan waktunya itu masih ada," paparnya.

Saat ini PDIP masih dalam proses menjaring nama-nama untuk diusung dalam Pilgub Jakarta. Di mana keputusan akhir akan ditentukan oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Eriko menegaskan, PDIP memiliki kader internal yang layak diusung di Pilgub Jakarta. Seperti Pramono Anung, Tri Rismaharini, Andika Perkasa, hingga Azwar Anas.

Di sisi lain, Eriko mengakui PDIP belum berkomunikasi lebih intens lagi dengan PKB. Karena PDIP masih melihat survei dan kondisi yang ada terlebih dulu.

Sebelumnya, DPW PKB merekomendasikan mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan sebagai bakal cagub di Pilkada Jakarta. PDIP pun tak menampik ikut berminat mengusung Anies.

"Katakan ini asumsi, apakah nanti kalau kita kerja sama dengan PKB atau Pak Anies, pemilih Pak Anies akan memilih? Karena ini bergabung kan yang dulunya berhadapan," jelas Eriko.

"Nah begitu juga apakah pemilih PDIP atau pemilih Pak Ahok akan memilih kerja sama ini? Ini kan harus dihitung dengan baik. Ini bukan matematika, ini kan soal pilihan, soal warga Jakarta keyakinannya. Nah ini yang perlu kita ketahui," tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya