Berita

Teguh Santosa bersama Gubernur Provinsi Gangwon, Korea Selatan, Kim Jin-tae, di Chuncheon, Senin (24/6)/RMOL

Politik

Pengalaman 10 Tahun Membangun Bangsa, Demokrat Ideal Dampingi Bobby Nasution

SENIN, 24 JUNI 2024 | 14:52 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Partai Demokrat bukan partai kaleng-kaleng. Partai yang didirikan Susilo Bambang Yudhoyono ini berpengalaman memimpin pembangunan nasional selama sepuluh tahun dan mengharumkan nama bangsa di pentas internasional.

Sebagai partai yang memiliki sistem kaderisasi yang terukur, sudah tentu banyak kader Partai Demokrat yang dapat dipercaya untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah, termasuk di Sumatera Utara.

Demikian dikatakan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa, dalam keterangan yang dikirimnya dari Chuncheon, Provinsi Gangwon, Korea Selatan, Senin siang (24/6).


Teguh merupakan satu dari tiga nama yang ditawarkan Partai Demokrat untuk mendampingi Bobby Nasution dalam Pilgubsu 2024 mendatang.

Awalnya hanya nama Teguh yang beredar dari kubu Partai Demokrat setelah Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief menugaskannya maju sebagai bakal calon wakil gubernur mendampingi Bobby Nasution, akhir Mei lalu.

Mantan Wakil Rektor Universitas Bung Karno (UBK) itu juga sudah bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang berharap agar duet Bobby-Teguh jadi.

Belakangan, Deputi Bappilu Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, mengatakan ada dua nama lagi dari Partai Demokrat yang berpeluang dipasangkan dengan Bobby Nasution. Keduanya adalah Ketua DPD Partai Demokrat Sumut M. Lokot Nasution dan mantan Bupati Tapanuli Selatan yang kini anggota DPR RI Ongku P. Hasibuan.

Teguh mengatakan, dirinya tidak mempersoalkan bila sekarang Partai Demokrat mengusulkan tiga nama. Menurut pria kelahiran Medan itu, ini adalah bukti bahwa Partai Demokrat memiliki banyak kader yang mumpuni.

"Memang Partai Demokrat hanya punya lima kursi di DPRD Sumut. Tapi kekuatan utama Partai Demokrat terletak pada sistem kaderisasi yang baik dan bekal keberhasilan Pak SBY memimpin Indonesia dari 2004 sampai 2014. Ideal mendampingi pemerintahan Mas Bobby," ujarnya.

Di sisi lain, Teguh mengatakan saat ini dia fokus bekerja untuk mensosialisasikan dirinya ke masyarakat Sumatera Utara mengandalkan jaringan relawan yang dimilikinya, baik jaringan alumni SMAN 1 Medan, jaringan Pramuka, juga jaringan Paskibraka Sumut.

"Saya dibantu secara pribadi oleh teman-teman yang pernah sama-sama berkegiatan di sana," ujarnya lagi.

Kunjungan ke Korea Selatan ini pun digunakan Teguh untuk memantapkan model pembangunan berkelanjutan yang memanfaatkan potensi alam dan kebudayaan masyarakat Sumatera Utara.

Teguh sudah puluhan kali melakukan studi ke Korea. Menurutnya, model pembangunan daerah di Korea Selatan dapat diterapkan di Indonesia, khususnya Sumatera Utara.

Kali ini Teguh berkunjung ke Kota Seoul, Provinsi Gangwon dan Provinsi Gangneung.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya