Berita

Ilustrasi nata uang rupiah dan dolar AS/Net

Politik

Ekonom Skakmat Cara Pemerintah Atasi Pelemahan Rupiah

SENIN, 24 JUNI 2024 | 12:57 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pelemahan nilai tukar rupiah tidak bisa hanya menyalahkan perilaku ekonomi masyarakat, melainkan murni menjadi tanggung jawab pemerintah.

Menurut analis ekonomi politik FINE Institute, Kusfiardi, upaya penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membutuhkan kebijakan yang tepat dan konsisten dari pemerintah.

"Seolah-olah pelemahan rupiah adalah akibat dari perilaku ekonomi masyarakat, padahal stabilitas nilai tukar adalah tanggung jawab utama pemerintah dan otoritas moneter," kritik Kusfiardi dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/6).


Kusfiardi lantas menyoroti usulan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada pemerintah terkait cara-cara dalam menguatkan rupiah, di antaranya membeli produk dalam negeri dan mengerem impor, berinvestasi di dalam negeri, tidak menimbun dolar, hingga meminta masyarakat berwisata di dalam negeri.

Pada dasarnya, cara tersebut memang baik. Namun jika ditilik lebih mendalam, cara-cara tersebut lebih menekankan pada perubahan perilaku masyarakat. Sementara hal itu tidak bisa menggantikan tugas yang harus dilakukan otoritas kebijakan dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Cara-cara dari OJK memang langkah positif, namun mengandalkan partisipasi masyarakat saja tidak cukup untuk memastikan stabilitas nilai tukar rupiah,” tegas Kusfiardi.

Dalam upaya menstabilkan nilai tukar rupiah, kata dia, harus didukung kebijakan pemerintah yang konsisten dan efektif. Ia menggarisbawahi beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan oleh otoritas kebijakan.

Pertama, Bank Indonesia perlu menetapkan kebijakan suku bunga yang tepat untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas rupiah. Hal ini sangat penting karena suku bunga yang terlalu rendah dapat mendorong inflasi.

"BI harus menemukan keseimbangan yang tepat untuk mendukung stabilitas mata uang dan pertumbuhan ekonomi," lanjut Kusfiardi.

Kedua, pemerintah harus mengatur kebijakan ekspor-impor secara efektif. Mengurangi ketergantungan pada barang impor dan mendorong ekspor produk lokal akan membantu memperkuat rupiah.

Ketiga, Kusfiardi menyarankan pemerintah mendorong repatriasi devisa hasil ekspor ke dalam negeri. Langkah ini bisa dilakukan dengan memberikan insentif bagi eksportir untuk menukarkan devisa mereka menjadi rupiah di pasar domestik.

"Pada akhirnya, ini akan meningkatkan pasokan dolar dan memperkuat rupiah," jelasnya.

Keempat, fungsi intermediasi perbankan harus berjalan optimal untuk mendukung sektor riil. Bank-bank harus didorong untuk menyalurkan kredit ke sektor-sektor produktif, seperti manufaktur, pertanian, dan infrastruktur, yang dapat meningkatkan output ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

Yang tak kalah penting, yakni menjaga iklim usaha yang kondusif untuk menumbuhkan kegiatan ekonomi produktif. Hal ini mencakup penyederhanaan regulasi, peningkatan infrastruktur, dan dukungan bagi usaha kecil dan menengah (UKM).

"Kegiatan ekonomi yang produktif akan meningkatkan pendapatan nasional dan membantu memperkuat rupiah," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya