Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Pyonyang, Rabu 19 Juni 2024/Net

Dunia

Putin: Rusia Bisa Persenjatai Korut Lawan Barat

JUMAT, 21 JUNI 2024 | 12:48 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ancaman Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mempersenjatai musuh-musuh Barat kemungkinan terwujud melalui Korea Utara.

Dalam wawancara dengan reporter Vietnam pada Kamis (21/6), Putin memaparkan tentang potensi Korea Utara sebagai salah satu penerima senjata Rusia.

Terlebih selama kunjungan di Korea Utara, Putin dan pemimpin tertinggi Kim Jong Un telah menandatangani pakta pertahanan baru yang cukup mengejutkan Barat.


“Saya katakan, termasuk di Pyongyang, bahwa kami kemudian berhak memasok senjata ke wilayah lain di dunia. Dengan mempertimbangkan perjanjian kami dengan (Korea Utara), saya juga tidak mengecualikan hal ini,” ujarnya, seperti dimuat Reuters.

Perjanjian yang ditandatangani oleh Putin dan Kim pada hari Rabu (19/6) mewajibkan masing-masing pihak untuk segera memberikan bantuan militer kepada pihak lain jika terjadi agresi bersenjata terhadap salah satu pihak.

Putin mengatakan Moskow berharap kerjasamanya dengan Pyongyang akan menjadi penghalang bagi Barat, namun tidak perlu menggunakan tentara Korea Utara untuk perang di Ukraina.

“Mengenai kemungkinan menggunakan kemampuan satu sama lain dalam konflik di Ukraina, kami tidak meminta siapapun untuk mengirimkan tentara, dan tidak ada tawaran, oleh karena itu tidak perlu,” katanya.

Awal bulan ini Putin mengancam bahwa Rusia mungkin akan memasok senjata kepada musuh-musuh Barat.

Ini dilakukan karena Barat menyediakan senjata presisi tinggi ke Ukraina dan memberikan izin untuk menembakkan senjata tersebut ke sasaran-sasaran di wilayah Rusia.

Saat itu, Putin tidak secara spesifik menyebut negara mana yang akan dipersenjatai melawan Barat.

Sementara itu, Amerika Serikat dan Ukraina menuduh Korea Utara mengirim Rusia sejumlah besar peluru artileri dan rudal balistik untuk mendukung perangnya di Ukraina.

Tuduhan ini jelas dibantah dengan tegas oleh Moskow maupun Pyongyang.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya