Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Masyarakat Dinilai Tak Terpengaruh Framing Negatif terhadap Aqua

RABU, 19 JUNI 2024 | 15:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Masyarakat saat ini semakin hati-hati dan kian cerdas dalam menyikapi berita-berita yang beredar.

Seruan boikot terhadap beberapa produk seperti Aqua, yang dianggap terafiliasi dengan Israel, dipandang sebagai framing dan kampanye negatif yang pada akhirnya tidak diindahkan.

Aqua sebagai minuman yang lahir dan besar di Indonesia masih mendapat tempat di hati masyarakat. Hingga saat ini, di tengah gencarnya serangan terhadap merek air mineral ini, masyarakat masih tetap mengkonsumsi Aqua karena dianggap lebih sehat dan sudah menjadi kebutuhan hidup sehari-hari.    
 

 
"Sejak kecil sudah terbiasa minum Aqua, susah beralih ke yang lain," ujar seorang pria, sebut saja Misbakhudin, saat ditanya tentang air mineral yang biasa dikonsumsi.

Dia menuturkan sama sekali tidak tahu menahu soal apakah Aqua itu terafiliasi dengan Israel atau tidak. Baginya, air minum yang dikonsumsi itu yang penting sehat saja.

Mengenai seruan boikot, ia mengungkapkan bahwa mendukung Palestina itu bisa dilakukan dengan cara lain misalnya dengan berdoa bersama atau memberi bantuan kemanusiaan tanpa harus mengorbankan para karyawan Indonesia yang sudah bekerja di perusahaan-perusahaan yang disebut terafiliasi dengan Israel.

“Kalau kita ikut-ikutan dengan memboikot produk-produk itu, sama saja kan kalau kita malah membuat penderitaan baru juga bagi saudara-saudara kita sendiri. Para pekerja akan kehilangan pekerjaan yang mungkin mereka-mereka itu menjadi tulang punggung di keluarganya,” tuturnya.
 
Ia menduga seruan boikot terhadap Aqua untuk bela Palestina itu bisa saja dimanfaatkan pihak-pihak tertentu melalui beberapa ormas yang sengaja bertujuan untuk menjatuhkan Aqua.
 
“Dan saya rasa, banyak juga masyarakat yang seperti saya ini, khususnya yang menengah ke bawah, yang tidak mengetahui apakah produk-produk itu benar-benar terafiliasi atau tidak dengan Israel. Mungkin sebagian besar hanya banyak ikut-ikutan saja, dan ada pihak-pihak tertentu yang dengan sengaja untuk menjatuhkan Aqua untuk kepentingan bisnis. Yang jelas, bagi saya sendiri, yang penting air itu sehat,” tandasnya.
 
Di acara demo bela Palestina akhir pekan lalu, banyak juga peserta yang ikut demo dukung Palestina sambil menenteng dan menikmati Aqua.

Salah satu peserta demo, Zulkarnaen,  mengatakan tidak malu jika harus membawa Aqua sebagai persediaan air minumnya.

Mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta Selatan tegas mengatakan bahwa isu Aqua sebagai produk yang terafilisasi Israel itu hanya framing yang dilakukan pihak-pihak tertentu.

“Hal itu jelas terlihat di media dan sosmed melalui narasi berulang dengan mengutip organisasi yang tidak jelas, karena tidak terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM,” ungkapnya.

Hal senada juga diutarakan Ahmad asal Depok yang ikut dalam demo bela Palestina. Terlihat dia dan rekan-rekannya yang lain juga mengonsumsi air minum Aqua untuk melepaskan dahaga selama mengikuti demo. Menurutnya, aksi bela Palestina itu adalah aksi kemanusiaan.

“Yang penting itu adalah bagaimana kita menunjukkan kebersamaan kita agar Israel tidak lagi melakukan aksi bejatnya kepada rakyat Palestina. Yang ada seharusnya kita melakukan doa bersama dan memberikan sumbangan bagi Palestina untuk membantu saudara-saudara kita yang menderita di sana,” tukasnya.  

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Verrel Uziel, menegaskan aksi solidaritas bela Palestina yang dilakukan mahasiswa UI sama sekali juga tidak menyerukan boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi Israel. Menurutnya, aksi yang dilakukan mahasiswa UI lebih sebagai bentuk solidaritas mahasiswa UI untuk mendukung masyarakat di Palestina dan mahasiswa di Amerika Serikat yang direpresif karena menyuarakan hal yang sama tentang Palestina.
 
"Jadi, tidak ada seruan boikot sama sekali dalam aksi tersebut. Saya tidak mendengar ada seruan boikot. Bagi BEM UI sendiri, jelas aksi ini adalah bentuk solidaritas bagi saudara kita di Palestina dan mahasiswa di AS yang direpresif karena menyuarakan hal yang sama tentang Palestina,”  ujarnya baru-baru ini, dikutip Rabu (19/6).
 
Verrel berpendapat aksi Bela Palestina ini harus dilakukan karena menilik dari bunyi pembukaan UUD 1945 yang dimiliki bangsa Indonesia.  “Kenapa kami menyuarakan hal ini, karena sejalan dengan semangat bangsa Indonesia bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa,” ucapnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya