Berita

Presiden Rusia, Vladimir Putin/Net

Global

Sebelum Bertemu Kim Jong Un, Putin Tulis Artikel Tentang Persahabatan Rusia-Korea Utara

RABU, 19 JUNI 2024 | 12:04 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Jelang kunjungannya ke Korea Utara, Presiden Rusia Vladimir Putin menulis sebuah artikel berjudul "Russia and Democratic People’s Republic of Korea: Tradition of Friendship and Cooperation Lasts Decade after Decade".

Dalam artikel yang diterbitkan Surat Kabar Partai Pekerja Korea Rodong Sinmun pada Selasa (18/6), Putin memberikan informasi tentang tentang prospek kemitraan kedua negara dan signifikansinya di dunia.

Setelah 70 tahun bekerjasama, kata Putin, Kedua negara terus mempertahankan tradisi sejarah yang mulia dan mempertahankan hubungan bertetangga yang baik, setara dan saling menghormati.


Monumen di Bukit Moran yang didirikan di pusat kota Pyongyang pada tahun 1946 untuk memperingati pembebasan Korea oleh Tentara Merah merupakan simbol persahabatan militan antara masyarakat kedua negara.

"Rakyat kedua negara sangat menghargai kenangan perjuangan keras bersama melawan militerisme Jepang dan memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang menjadi korban," tulis Putin.

Dia menyoroti awal kerjasama bilateral dua negara yang ditandai dengan kunjungan pendiri Korea Utara Kim Il Sung ke Uni Soviet pada 17 Maret 1949. Saat itu ditandatangani perjanjian kerjasama ekonomi dan budaya kedua negara untuk pertama kalinya.

Putin pertama kali berkunjung ke Pyongyang pada tahun 2000 dan bertemu dengan Kim Jong Il yang memerintah Korea Utara saat itu.

Hubungan itu terus terjaga hingga kepemimpinan Kim Jong Un. Putin dan Kim menggelar pertemuan bilateral di Pelabuhan Antariksa Vostochny Rusia pada bulan September tahun lalu.

Putin mengapresiasi Korea Utara sebagai mitra terpercaya yang bersedia dengan tegas menentang ambisi kelompok Barat yang berusaha memaksakan nilai-nilai dan menerapkan standar ganda di dunia.

"Kami senang bahwa teman-teman Korea membela kepentingan mereka dengan sangat efektif, meskipun AS memberikan tekanan ekonomi, provokasi, pemerasan dan ancaman militer yang telah berlangsung selama beberapa dekade," tulisnya.

Kesamaan pandangan yang dimiliki mendorong keyakinan Putin untuk meningkatkan kerjasama bilateral dengan Korea Utara.

"Kami sangat yakin bahwa kami akan meningkatkan kerja sama bilateral. Hal ini akan sejalan dengan upaya kita bersama dan hal ini akan berkontribusi pada pengembangan kerja sama timbal balik dan setara antara Rusia dan Korea Utara," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya