Berita

Natalius Pigai/RMOL

Politik

Polemik Jabatan Komisaris

Pigai Berang BUMN Dituding Tidak Bisa Naik Kelas

MINGGU, 16 JUNI 2024 | 18:41 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Bagi-bagi jabatan komisaris BUMN terus menuai kritik dari banyak kalangan. Banyak para komisaris BUMN yang baru itu juga aktif di Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Sehingga, pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori terlihat pesimis dengan kemajuan BUMN. Menurutnya, jabatan komisaris itu bukan diisi oleh orang-orang yang tepat.

Aktivis HAM asal Papua sekaligus simpatisan Prabowo, Natalius Pigai pun angkat bicara soal bagi-bagi jabatan komisaris tersebut. Menurut dia, tidak pantas fenomena bagi-bagi komisaris itu dikaitkan ke Prabowo.


“Kewenangan Presiden Jokowi, tidak pantas dikaitkan dengan Prabowo, apalagi underestimate BUMN itu penilaian yang keliru,” kata Pigai dalam akun media X pribadinya, dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (16/6).

Lanjut dia, orang yang dipilih untuk menempati jabatan komisaris itu merupakan orang-orang dengan kualitas baik.

“Kebetulan mereka di TKN & kualitas juga bagus-bagus. Komisaris itu artinya tidak menjadi Menteri & semua orang punya peluang jadi Menteri ke depan & tidak semua dari TKN,” tandas Pigai.

Sejumlah nama yang menduduki posisi strategis di BUMN tersebut di antaranya yakni, Prabu Revolusi yang kini menjabat sebagai Komisaris Independen PT Kilang Pertamina Internasional.

Kemudian Siti Zahra Aghnia, yang diberi jabatan Komisaris Independen PT Pertamina Patra Niaga. Siti Zahra merupakan istri dari Muhammad Arief Rosyid Hasan, Komandan Tim Kampanye Nasional Pemilih Muda (TKN Fanta) Prabowo-Gibran.

Belakangan sejumlah nama baru juga muncul mengisi posisi komisaris BUMN. Mereka yakni, dua anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Fuad Bawazier dan Simon Aloysius Mantiri. Fuad diberi jabatan Komisaris MIND ID, sedangkan Simon sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya