Berita

Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Nigeria Doris Uzoka-Anite/Ist

Politik

Mendag Zulhas: Banyak Potensi Kerjasama Perdagangan Indonesia dan Nigeria

SELASA, 11 JUNI 2024 | 14:06 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan (Zulhas) kembali melakukan pertemuan bilateral bersama negara mitra, di sela-sela pertemuan para Menteri Perdagangan dan Investasi negara anggota OKI di Istanbul, Turki.

Setelah sebelumnya dengan Turki, Mendag Zulhas juga bertemu Menteri Perdagangan Nigeria Doris Uzoka-Anite.

Sejumlah isu penting mengenai perdagangan kedua negara dibahas. Di antaranya perkembangan pertumbuhan ekonomi hingga potensi penguatan kerjasama perdagangan antar kedua negara.


Jika dilihat angka tren perdagangan antar kedua negara sepanjang 2019-2023, cenderung menunjukan hasil yang cukup baik meskipun belum maksimal. Secara angka perdagangan kedua negara tersebut mengalami pertumbuhan 30 persen dengan nilai total perdagangan mencapai 4,4 miliar dolar AS.

“Pertumbuhan perdagangan bilateral meningkat 30 persen namun masih dapat ditingkatkan karena Nigeria adalah negara terbesar di kawasan dengan sumber daya alam yang kaya,” kata Zulhas dalam keterangan tertulis, Selasa (11/6).

Oleh karena itu, Zulhas yang juga Ketua Umum PAN ini mengatakan bahwa hubungan kerjasama antara Indonesia dengan Nigeria bisa terus ditingkatkan.

Langkah ini dinilainya penting agar kedua negara bisa merasakan keuntungan yang sama. Apalagi presiden Indonesia terpilih Prabowo Subianto juga menetapkan target pertumbuhan ekonomi 7-8 persen.

“Indonesia dan Nigeria merupakan kekuatan ekonomi utama di kawasan masing-masing. Nigeria sebagai kekuatan ekonomi di benua Afrika, Indonesia sebagai ekonomi utama di Asia Tenggara,” tuturnya.

Dia mengatakan, pertemuan tersebut juga mendorong agar perjanjian kerjasama antar kedua negara tersebut terus ditingkatkan. Sebab Indonesia memiliki sejumlah komoditas potensial untuk diekspor.  

“Banyaknya potensi ekspor Indonesia yang diperlukan oleh Nigeria seperti minyak kelapa sawit, suku cadang kendaraan bermotor, produk kayu dan produk kecantikan atau kosmetik," katanya.

"Selain itu, Indonesia juga membutuhkan produk Nigeria seperti biji coklat, produk pertanian, emas, dan produk logam seperti aluminium,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya