Berita

INKOPPAS bersama dengan gabungan koperasi pengrajin tahu dan tempe, merayakan hari Tempe Nasional, 6 Juni 2024, di Somber, Balikpapan/Net.

Bisnis

INKOPPAS: Tempe adalah Super Food Indonesia

MINGGU, 09 JUNI 2024 | 13:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Masyarakat Indonesia tentu tak asing lagi dengan tempe, pangan bergizi yang memiliki protein tinggi.

Ketua harian (Induk Koperasi Pedagang Pasar) INKOPPAS Andrian Lame Muhar mengatakan, tempe adalah makanan semua kalangan yang dapat diolah menjadi berbagai macam menu yang sangat disukai masyarakat.

"Saat ini, tempe terus dikembangkan melalui inovasi menjadi bahan olahan yang sangat menarik dan tambahan bahan makanan pokok," kata Andrian dalam keterangannya yang dikutip Minggu (9/6). Tempe mudah dan murah pula di beli di pasar-pasar tradisional.


Ia kemudian mengungkapkan bahwa (INKOPPAS) bersama dengan gabungan koperasi pengrajin tahu dan tempe, baru saja merayakan hari Tempe Nasional, pada 6 Juni 2024, di Somber, Balikpapan.

Somber adalah lokasi terintegrasi untuk pengrajin  tahu dan tempe.

"Dengan air bersihnya yang memadai, pengolahan limbahnya yang cukup baik, dan itu bagus sebagai tempat percontohan daerah- daerah lain untuk mengolah tahu dan tempe dengan cara yang benar dan higienis," terang Andrian.

Dalam peringatan Hari Tempe itu, dideklarasi pula bahwa Tempe akan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang sudah diajukan ke UNESCO pada Maret tahun ini.

"Insyaallah suratnya sudah keluar dari Unesco pada Maret tahun depan," terang Andrian.

Ia menjelaskan hanya tempe yang bisa diajukan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia karena untuk tahu sudah diakui oleh negara lain.

"Jadi kita hanya bisa mengajukan tempe, tempe itu adalah makanan super food di Indonesia," tambah Andrian

Dalam acara di Somber itu pula dibahas mengenai kendala-kendala dalam industri tempe dan tahu, termasuk pasokan kedelai sebagai bahan dasar tempe.

Kedelai yang digunakan biasanya adalah impor. Padahal, tempe adalah makanan murah meriah di Indonesia.

"Walaupun kita sudah berdiskusi bagaimana caranya untuk swasembada kedelai, namun itu cukup sulit, tapi kita berusaha agar harga kedelai dan pasokan kedelai bisa stabil di Indonesia," tuturnya.

Selain INKOPPAS, hadir dalam acara Hari Tempe tersebut adalah BAPANAS, Pj Gubernur Kalimantan Timur dan Walikota Balikpapan, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Koperasi.

Ketua Forum Tempe Indonesia dalam acara tersebut, kata Andrian, menjelaskan bahwa tempe sudah menjadi makanan super food, yaitu semua gizi ada di dalamnya.

"Mengapa terkait di Inkoppas karena tempe bahan pangan pokok yang banyak di jual di pedagang pasar," terang Andrian.

"Kalau dari hulu mungkin koperasinya (KOPTI) tetapi di hilirnya tetap ketemu dengan INKOPPAS dan anggota Koppas, yaitu para pedagang pasar, yang menjual (tempe) cukup masif," ungkapnya.


Kalau tempe sampai tidak dipedulikan pemerintah ini akan menjadi langka sehingga makanan yang seharusnya murah menjadi sulit.

Tempe merupakan momentum bagi INKOPPAS  agar bisa turut serta melestarikan budaya makan tempe. Sangat disayangkan jika tidak mendapat perhatian dari pemerintah maka tempe bisa saja menjadi langka. Jika sudah langka, mendapatkan tempe yang sebenarnya murah jadi sulit, kata Andrian.

Pada tahun 1989 mantan Presiden Soeharto ingin mencanangkan swasembada kedelai.

"Kita ingin menanam dari berbagai daerah dari kedelai Aceh, kedelai Nusa Tenggara, tetapi saat ini susah, karena lahan-lahan untuk swasembada dipergunakan sebagai lahan perumahan," sambung Andrian.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Muhammadiyah Himpun Rp6 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Rp3,4 Miliar Telah Disalurkan

Sabtu, 05 September 2026 | 10:18

Emas Antam Ambruk Rp30.000, Termurah Dibanderol Rp1,3 Juta

Sabtu, 05 September 2026 | 09:19

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Hukuman Dua Pelaku Diringankan

Sabtu, 05 September 2026 | 08:50

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Energi

Sabtu, 05 September 2026 | 08:14

112 Tersangka Kasus Karhutla Sudah Ditangkap, 55 Perkaran Dilidik

Sabtu, 05 September 2026 | 07:41

RUU Perampasan Aset Potensial Menjarah Aset Seluruh Rakyat

Sabtu, 05 September 2026 | 06:46

112 Tersangka Kasus Karhutla Ditangkap, Terbanyak di Riau

Sabtu, 05 September 2026 | 06:34

Muhammadiyah Layani Penyintas Gempa NTT

Sabtu, 05 September 2026 | 06:17

JHL Foundation Beri Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB

Sabtu, 05 September 2026 | 06:02

Operasi Modifikasi Cuaca Dioptimalkan di Kalbar dan Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 05:52

Selengkapnya