Berita

Ilustrasi

Dunia

Asosiasi Media: Kebebasan Pers Semakin Terancam

JUMAT, 07 JUNI 2024 | 13:27 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Berbagai organisasi media menyatakan keprihatinan atas kondisi kebebasan pers di Pakistan. Pelecehan hingga pembunuhan membayang-bayangi kehidupan wartawan di negara itu.

Asosiasi Editor Media Elektronik dan Direktur Berita (AEMEND), misalnya, menyatakan tekadnya untuk melanjutkan perjuangan konstitusional untuk kebebasan berekspresi di negara ini dan menghadapi keadaan yang tidak menguntungkan secara langsung.

Seperti diberitakan Dawn, AEMEND mengatakan bahwa jurnalis dan media di Pakistan menghadapi tantangan berat, karena aktor negara dan non-negara memberlakukan pembatasan pada program televisi, menutup siaran, memberikan tekanan untuk memberhentikan jurnalis, menciptakan tekanan yang tidak perlu, dan melakukan tindakan ilegal. tuntutan.


“Taktik seperti itu semakin meningkat dari hari ke hari. Pembunuhan karakter terhadap jurnalis, terutama jurnalis perempuan, adalah bagian dari kampanye ini, dan para pekerja partai politik juga merupakan bagian dari kampanye jahat tersebut. Tujuan dari semua taktik ini adalah untuk menekan jurnalis dan membatasi kebebasan berekspresi,” tulis AEMEND dalam keterangannya.

AEMEND menambahkan bahwa pemberian peringatan kepada jurnalis oleh badan intelijen Federal Investigation Agency (FIA) dan lembaga lainnya, pembatasan ilegal pada media sosial, penutupan layanan telepon seluler dan internet pada acara-acara penting, pembatasan liputan kegiatan politik dan non-politik yang ditargetkan, dan penerbitan pemberitahuan ilegal oleh Pemra adalah tindakan yang bertujuan untuk merampas hak masyarakat atas informasi, yang bertentangan dengan semangat masyarakat demokratis.

Dalam Laporan Kebebasan Pers Asia Selatan, Federasi Jurnalis Internasional (IFJ) menyoroti bahwa kawasan ini dan dunia menyaksikan demokrasi berjalan pada tahun 2023-2024, dengan lebih dari dua miliar orang di sekitar 50 negara melakukan pemungutan suara yang membuat pilihan-pilihan penting. Sementara wilayah dengan populasi terpadat di dunia, yakni Asia Selatan, menyaksikan warga di Bangladesh, Bhutan, Maladewa, Pakistan, India, dan Sri Lanka memilih atau bersiap untuk memilih pemerintah, kata IFJ.

Terkait Pakistan, IFJ menyoroti empat jurnalis yang dibunuh.

“Wartawan perempuan Pakistan menghadapi pelecehan serupa baik online maupun offline; mereka minoritas, dan suara mereka tidak didengar,” tambah IFJ.

Sementara itu, Freedom Network telah merilis laporan tahunan berjudul “Erosi Kebebasan Berpendapat: Pembungkaman terhadap Warga Negara, Partai Politik, dan Media,” yang menyoroti industri sosio-politik-hukum dan media yang terkait dengan Pakistan. faktor dan perkembangan yang mempengaruhi penerapan Pasal 19 (kebebasan berekspresi) oleh publik dan media.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya