Berita

Representative Image/Net

Bisnis

The Fed Diprediksi Bakal Pangkas Suku Bunga Dua Kali pada 2024

KAMIS, 06 JUNI 2024 | 13:45 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Sentral AS (The Fed) diprediksi akan menurunkan suku bunga acuannya sebanyak dua kali pada tahun 2024 ini.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Reuters terhadap para ekonom selama 31 Mei - 5 Juni kemarin, sebagian besar para pengamat memperkirakan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pertamanya pada September tahun ini.

"Sebanyak 74 dari 116 ekonom memperkirakan pemotongan pertama suku bunga The Fed ke kisaran 5,00 persen-5,25 persen akan terjadi pada September 2024," tulis Reuters dalam laporan hasil surveinya, dikutip Kamis (6/6).


Meski demikian, beberapa ekonom lainnya juga memperkirakan The Fed hanya akan menurunkan suku bunganya satu kali tahun ini, yaitu pada Juli mendatang, atau bahkan tidak melakukan pemangkasan sama sekali.

"Sekitar 60 persen peserta jajak pendapat memperkirakan dua pemangkasan tahun ini. 28 persen ekonom yang disurvei memproteksikan satu kali penurunan atau tidak sama sekali. Sisanya mengharapkan lebih dari dua pemotongan," sambung Reuters.

Jajak pendapat yang dilakukan Reuters itu menunjukan adanya keoptimisan dari para ekonom terhadap kebijakan Bank Sentral AS itu.

Namun, para pejabat The Fed sendiri diketahui telah berulang kali memberi sinyal bahwa pihaknya tidak akan terburu-buru dalam menurunkan suku bunga acuannya.

Hal tersebut lantaran inflasi AS yang dianggap masih sangat tinggi, yang diperparah dengan angka pengangguran tinggi, sehingga membuat kemungkinan penurunan suku bunga The Fed masih terbilang kecil.

The Fed masih terus menahan suku bunga acuannya di level 5,25 persen - 5,50 persen, dan belum memangkas kebijakan itu dari awal tahun ini.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya