Berita

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Shangri-La Dialogue di Singapura, Minggu (2/6).

Dunia

Zelensky: Tiongkok Boneka Rusia

KAMIS, 06 JUNI 2024 | 01:35 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuding Tiongkok bekerja keras untuk menghentikan negara-negara yang ingin menghadiri pertemuan puncak perdamaian.

Pernyataan itu disaampaikan Zelensky ketika berbicara dalam Shangri-La Dialogue di Singapura yang lalu, Minggu (2/6).

Zelensky juga menyatakan kekecewaannya karena "beberapa pemimpin dunia" tidak menandatangani konferensi tersebut, dan Tiongkok memberi isyarat bahwa Xi Jinping tidak akan hadir sementara Presiden AS Joe Biden belum memberikan komitmennya.


Di sisi lain, Beijing mengatakan konferensi tersebut “harus mendapatkan pengakuan dari Rusia dan Ukraina, di mana semua pihak berpartisipasi dan rencana perdamaian didiskusikan secara adil”, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning pada konferensi pers, dua hari sebelumnya.

“Jika tidak, sulit bagi konferensi ini untuk memainkan peran substantif dalam memulihkan perdamaian,” katanya.

Tiongkok mengatakan akan "sulit" untuk hadir jika Rusia tidak berpartisipasi, namun Ukraina telah menolaknya.

Sementara Kyiv berharap, melalui KTT perdamaian, syarat-syarat yang diperlukan untuk mengakhiri perang dapat disepakati.

Zelensky mengatakan lebih dari 100 negara dan organisasi telah menandatangani konferensi tersebut, dan dia mendesak negara-negara Asia-Pasifik untuk bergabung.

KTT perdamaian tersebut terancam akan dibayangi jika pendukung utama Ukraina, Biden – yang terlibat dalam kampanye pemilu melawan Donald Trump dan tidak memberikan tanda-tanda bahwa ia akan berpartisipasi – pada akhirnya tidak ikut serta.

Di mata Zelensky, Tiongkok adalah "alat di tangan Putin" dan menuduh Rusia menggunakan pengaruh dan diplomat Tiongkok untuk melakukan "apa pun yang mengganggu pertemuan puncak perdamaian."

Meskipun Tiongkok mengatakan bahwa mereka adalah pihak netral dalam konflik Ukraina, Tiongkok telah dikritik karena menolak mengutuk Moskow atas serangan mereka.

Zelensky juga bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin pada hari Minggu di sela-sela forum keamanan Singapura. Zelensky mengatakan kepada wartawan bahwa pertemuan mereka “sangat bagus”.

Dalam sebuah postingan di X, Zelensky mengatakan dia dan Austin membahas “kebutuhan pertahanan negara kita, memperkuat sistem pertahanan udara Ukraina, koalisi F-16, dan penyusunan perjanjian keamanan bilateral.”

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya