Berita

Terdakwa Syahrul Yasin Limpo selaku mantan Menteri Pertanian/RMOL

Hukum

SYL Minta Hakim Buka Blokir Rekening Bank untuk Kebutuhan Keluarga

KAMIS, 06 JUNI 2024 | 00:09 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Mantan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) memohon agar Majelis Hakim membuka rekening pribadi dan istrinya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup hingga membayar pengacara.

Permohonan itu disampaikan langsung SYL di dalam persidangan kasus dugaan korupsi yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (5/6).

Awalnya saat diberikan kesempatan untuk menyampaikan tanggapan atas keterangan saksi, SYL bercerita soal kontribusinya terhadap negara.


"Saya berkontribusi kepada negara ini Rp2.400 triliun Bapak setiap tahun. Dan itu nanti saya jadi Menterinya di atas Rp2.000 triliun. Jadi nggak mungkin main-main seperti ini Bapak. Maafkan saya. Dan ini pernyataan dari Presiden pada 14 Agustus 2023, tentang pernyataan ini. Untuk impor dan ekspor saya naik Rp275,15 triliun. Maaf, saya perlu sampaikan ini karena saya di media hancur, Bapak," kata SYL.

Mantan politikus Nasdem itu pun mengatakan bahwa dirinya merupakan pegawai negeri rendahan dan memiliki pekerjaan lain selain menjadi ASN sebelumnya. Untuk itu, SYL memohon agar Majelis Hakim dapat membuka blokir rekeningnya dan rekening bank istrinya.

"Oleh karena itu Pak, saya mohon rekening saya atau rekening istri dibuka Pak. Saya tidak bisa bayar ini (pengacara). Ini (pengacara) sudah mau meninggalkan saya semua. Saya nggak main-main dengan ini Pak,” tegasnya.

“Oleh karena itu, mohon dipertimbangkan agar khusus untuk hidup kami, khusus untuk membayar. Barang kali ini perlu mendapat pertimbangan kemanusiaan saja. Terima kasih Pak," harap SYL.

Namun demikian, Hakim Ketua Rianto Adam Pontoh mengatakan, bahwa permohonan SYL bisa disampaikan ketika pemeriksaan terdakwa pada persidangan ke depannya.

"Dan kalau memang apa yang saudara sampaikan tadi, silakan saudara ajukan dalam nota pembelaan saudara, sekalian dengan bukti-bukti. Tentunya kan begitu? Semuanya nanti akan kami pertimbangkan dengan catatan dengan alat bukti ya," kata Hakim Ketua Rianto.

Salah satu tim penasihat hukum terdakwa SYL pun turut menyampaikan permohonan agar Majelis Hakim dapat membuka blokir rekening bank milik SYL.

"Yang mulia mungkin dipertegas, untuk yang permohonan, permohonan pembukaan rekening gaji, yang memang penghasilan beliau dari dulu digaji itu, apakah kami ajukan permohonan tertulis juga?" tanya salah satu tim penasihat hukum terdakwa SYL.

Hakim Ketua Rianto menjawab hal yang sama. Di mana, permohonan terdakwa SYL bisa diajukan pada sidang nota pembelaan.

"Silakan nanti saudara ajukan permohonan, karena ini masih sidang masih berlangsung ya. Silakan nanti tentunya apa yang barang bukti yang disita oleh Jaksa,” tegas dia.

“Tentunya Jaksa harus mempertanggungjawabkan itu, dengan bukti-bukti, tentunya kalau saudara punya bantahan terhadap apa-apa yang sudah disita oleh penuntut umum, silahkan saudara buat bukti bandingan, begitu, nanti kami akan nilai ya," terang Hakim Ketua Rianto.

Salah satu tim penasihat hukum terdakwa SYL kembali menyampaikan permohonan yang sama. Mengingat, rekening bank tabungan gaji tersebut akan dipergunakan untuk kebutuhan hidup SYL dan keluarganya.

"Baik, kami ngerti. Karena ini masih berlangsung ya persidangan ini masih berlangsung, masih butuh pembuktian, dan kami masih membutuhkan itu sambil kami menghitung semua apa yang dituduhkan oleh penuntut umum sesuai dengan dakwaannya. Nanti silahkan kami juga memberi kesempatan saudara untuk pembelaan, saudara ajukan semua bukti-bukti yang ada untuk bukti pembanding, nanti kami akan mempertimbangkan, mana yang perlu disita dan mana yang tidak,” bebernya.

“Kan tentu akan ada sesuai dengan bukti yang ada ya. Baik, seperti itu. Jadi butuh kesabaran saudara untuk mengikuti proses persidangan. Seperti inilah persidangan tindak pidana korupsi ya," pungkas Hakim Ketua Rianto.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

UPDATE

RI Peringkat 18 Kasus Anti-Dumping, Kalah Agresif dari AS dan India

Selasa, 26 Mei 2026 | 18:19

Publik Diajak Terlibat Awasi Kualitas Makanan Lewat Aplikasi Reviu Pelaksanaan MBG

Selasa, 26 Mei 2026 | 18:04

Keluarga Terdakwa Kasus Pembunuhan di Pemalang Ngadu ke Legislator Nasdem

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:52

Lembang Berpeluang Diserbu Wisatawan saat Long Weekend

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:33

Kemlu RI Rayakan Africa Day 2026 Lewat Laga Persahabatan Diplomatik

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:29

Sudah Bertransformasi, Penguatan Literasi Digital jadi Kunci Cegah TPPO

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:26

Salat Id di Prancis, Prabowo Cetak Sejarah

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:22

RI-Thailand Perkuat Hubungan Bisnis dan Kerja Sama Hukum

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:54

Haji Mabrur Jadi Duta Antikorupsi

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:50

Prabowo Dijadwalkan Salat Iduladha Bersama Diaspora RI di Paris

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:37

Selengkapnya