Berita

Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARIBP) Prof. Din Syamsudin/Ist

Politik

Ratusan Ribu Massa Bakal Geruduk Kedubes AS

Setop Pembantaian Rakyat Palestina
RABU, 05 JUNI 2024 | 18:47 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ratusan ribu massa lintas agama berencana menggelar aksi damai 'Bela Palestina' di Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat pada Minggu sore (9/6).

Massa yang tergabung dari Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARIBP) ini untuk menentang dukungan Amerika Serikat atas kekejaman Israel terhadap Palestina.

Cendekiawan muslim, Prof Din Syamsudin mengatakan, aksi ini akan diwarnai dengan longmarch dari Kedubes AS hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI) dari pukul 15.00-18.30 WIB.


Nantinya ratusan ribu massa itu juga akan menggelar salat magrib berjamah di lokasi sebagai bentuk ketaatan terhadap perintah Allah SWT.

"Kami taksir ada sekitar 100 ribu lebih lintas agama, suku, kelompok, profesi dari rakyat Indonesia yang cinta damai dan cinta keadilan," kata Prof Din yang juga menjabat Ketua Komite Pengarah ARIBP ini di Jakarta, Rabu (5/6).

Menurutnya, aksi ini digelar sebagai bentuk kecaman rakyat Indonesia terhadap agresi militer Israel terhadap Palestina yang tidak kunjung selesai.

Selain itu, aksi ini merupakan sikap dari jati diri warga Indonesia yang menolak adanya penjajahan, sebagaimana pembukaan UUD 1945.

"Mewujudkan perdamaian abadi dan mengenyahkan segala bentuk penjajahan dari muka bumi. Apa yang dilakukan Israel adalah bentuk penjajahan," kata mantan Ketua Umum Muhammadiyah periode 2005-2015 ini.

Ketua Pelaksana Aksi Bela Palestina ARIBP, Zaitun Rasmin menambahkan, pihaknya menuntut Israel dan Amerika Serikat untuk menghentikan pembantaian terhadap warga Palestina.

Pihaknya juga mendesak Pemerintah Indonesia untuk memprakarsai upaya militer untuk menghentikan kekejaman Israel.

"Kami mau ada upaya militer, karena (cara) diplomasi sudah, bantuan kemanusiaan sudah tapi tetap pembantaian itu tetap berlangsung maka harus ada kekuatan untuk bisa menghentikan itu," kata Zaitun.

Tidak hanya di Kedubes AS dan Bundaran HI, pihaknya juga menyuarakan hal ini di depan kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

"Kami berharap hak dan keadilan yang sangat besar dari Bangsa kita terhadap persoalan ini," demikian Zaitun.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya