Berita

Presiden terpilih Meksiko, Claudia Sheinbaum/Net

Dunia

Claudia Sheinbaum Jadi Presiden Perempuan Pertama Meksiko

SENIN, 03 JUNI 2024 | 15:26 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Meksiko, seorang perempuan terpilih menjadi presiden di negara itu.

Claudia Sheinbaum dari partai Morena yang berkuasa di Meksiko pada Minggu (2/6) dinyatakan memperoleh kemenangan telak dalam pemilihan umum.

Menurut penghitungan cepat yang dilakukan oleh National Electoral Institute, mantan Walikota Mexico City itu mendapat dukungan sekitar 58 hingga 60 persen.


Dikatakan bahwa Sheinbaum unggul lebih dari 30 poin persentase dari lawan utamanya Xochitl Galvez, dan sekitar 50 poin persentase di atas satu-satunya kandidat pria Jorge Alvarez Maynez.

Para pendukung berkumpul di alun-alun utama Mexico City, mengibarkan bendera dan merayakan kemenangan Sheinbaum dengan musik mariachi.

"Saya tidak akan mengecewakan Anda,” kata Sheinbaum setelah hasil resmi awal diumumkan, seperti dimuat AFP.

Perempuan berusia 61 tahun itu berjanji untuk melanjutkan strategi “pelukan bukan peluru” yang diusung Presiden Andres Manuel Lopez Obrador untuk mengatasi kejahatan di kartel narkoba di Meksiko dengan mengatasi akarnya.

Sebaliknya, lawannya yakni Galvez telah menjanjikan sikap yang lebih keras terhadap kekerasan terkait kartel, dengan menyatakan bahwa strategi "pelukan terhadap penjahat" telah berakhir.

Selain memilih presiden baru, masyarakat Meksiko juga memilih anggota Kongres, beberapa gubernur negara bagian, dan sejumlah pejabat lokal, yang berjumlah lebih dari 20.000 posisi.

Ribuan tentara dikerahkan untuk memastikan proses pemilu yang penuh kekerasan di Meksiko berjalan dengan aman.

Pasalnya beberapa jam sebelum pemungutan suara dibuka, pihak berwenang mengkonfirmasi bahwa seorang kandidat lokal dibunuh di negara bagian barat yang penuh kekerasan, menambah sedikitnya 25 calon politikus yang terbunuh pada musim pemilu ini.

Di Puebla, negara bagian Meksiko tengah, dua orang tewas ketika penyerang tak dikenal menyerang tempat pemungutan suara untuk mencuri surat-surat suara.

Pemungutan suara ditangguhkan di dua kotamadya di negara bagian Chiapas di bagian selatan juga karena kekerasan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya