Berita

Pemandangan dari anjungan INS Kiltan saat tiba di Brunei Darussalam, Minggu (26/5)./ANI

Dunia

Kapal Perang Kiltan Melanjutkan Perjalanan, Tiba di Brunei Darussalam

SENIN, 27 MEI 2024 | 23:17 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Kapal perang India, INS Kiltan, melanjutkan perjalanan. Korvet perang anti-kapal selam ini tiba di Brunei Darussalam hari Minggu kemarin (26/5) sebagai bagian dari Pengerahan Operasional Armada Timur Angkatan Laut India ke Laut China Selatan dan dimaksudkan untuk lebih memperkuat persahabatan dan kerja sama antara kedua negara maritim.

Kunjungan Kapal Angkatan Laut India Kiltan difokuskan pada interaksi profesional, kegiatan olahraga, pertukaran sosial dan penjangkauan komunitas yang mencerminkan nilai-nilai bersama kedua negara dan angkatan laut.

Kunjungan ini akan diakhiri dengan Latihan Kemitraan Maritim di mana kedua angkatan laut akan melakukan evolusi taktis yang akan meningkatkan interoperabilitas dan pertukaran praktik terbaik.


INS Kiltan adalah kapal ketiga dari empat Korvet P28 Anti-Submarine Warfare (ASW) yang dirancang dan dibangun di dalam negeri oleh Garden Reach Shipbuilders and Engineers (GRSE), Kolkata, kata Kementerian Pertahanan.

Sebelumnya pada tanggal 20 Mei, INS Delhi, INS Shakti dan INS Kiltan tiba di Manila, Filipina, untuk lebih memperkuat persahabatan lama dan kerja sama maritim antara kedua negara.

Selama kunjungan tersebut, personel dari kedua angkatan laut terlibat dalam berbagai interaksi profesional, termasuk Pertukaran Ahli Subjek (SMEE), perlengkapan olahraga, kunjungan lintas dek, kunjungan budaya, dan program penjangkauan komunitas kolaboratif.

Ketegangan di perairan Laut China Selatan sedang mengalami peningkatan. China tidak mau melepaskan klaimnya di perairan itu, sementara negara-negara ASEAN lainnya, terutama Fillipina, merasa mereka harus mempertahankan hak atas perairan. Ketegangan antara Tiongkok dan Filipina terus  terjadi terkait Scarborough Shoal .

Sekitar 220 kilometer lepas pantai Filipina dan berada di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE), perairan dangkal ini merupakan daerah penangkapan ikan tradisional yang digunakan oleh banyak negara dan terletak dekat dengan jalur pelayaran penting. Berdasarkan UNCLOS, ZEE terbentang sekitar 370 km dari pantai suatu negara.

Tiongkok telah mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan, menolak klaim dari negara lain, termasuk Filipina, dan keputusan internasional yang menyatakan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar hukum.

Brunei, Malaysia, dan Vietnam juga mengklaim bagian laut tersebut. 

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

PUI: Pernyataan Kapolri Bukan Ancaman Demokrasi

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:52

BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA Sesuai UUD 1945

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:34

HMI Sumut Desak Petugas Selidiki Aktivitas Gudang Gas Oplosan

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:26

Presiden Prabowo Diminta Bereskan Dalang IHSG Anjlok

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:16

Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Praka Hamid Korban Longsor Cisarua

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:54

PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:53

TSC Kopassus Cup 2026 Mengasah Skill dan Mental Petembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:23

RUU Paket Politik Menguap karena Himpitan Kepentingan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:45

Kuba Tuding AS Lakukan Pemerasan Global Demi Cekik Pasokan Minyak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:44

Unjuk Ketangkasan Menembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:20

Selengkapnya