Berita

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) membagikan foto ini di X dan mengklaim bahwa rudal menuju Tel Aviv yang ditembakkan oleh Hamas ditembakkan dari Rafah pada Minggu, 26 Mei 2024/Net

Dunia

Hamas Lancarkan Serangan Roket ke Ibu Kota Israel

SENIN, 27 MEI 2024 | 08:43 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Untuk pertama kalinya dalam hampir empat bulan, Hamas kembali melancarkan delapan serangan roket ke ibu kota Israel, Tel Aviv pada Minggu (26/5).

Serangan itu terjadi bersamaan dengan operasi militer Israel yang semakin masuk ke dalam Rafah, Gaza.

Dalam sebuah pernyataan di Telegram, Sayap militer Hamas, Brigade Izzedine al-Qassam mengatakan bahwa hujan roket di Tel Aviv dilakukan sebagai respons terhadap pembantaian warga sipil oleh pasukan Israel.


"Roket-roket tersebut diluncurkan sebagai tanggapan atas pembantaian Zionis terhadap warga sipil," bunyi pernyataan tersebut, seperti dimuat BBC.

TV Al-Aqsa yang berafiliasi dengan Hamas mengatakan roket-roket itu diluncurkan dari Jalur Gaza.

Sirine serangan udara juga terdengar di kota-kota termasuk Herzliya dan Petah Tikva.

Pasukan pertahanan Israel (IDF) mengatakan sistem anti-rudal Iron Dome miliknya telah mencegat tiga dari delapan roket Hamas.

Kebanyakan roket tersebut mendarat di area terbuka. Tetapi foto yang diterbitkan oleh media Israel tampaknya menunjukkan kerusakan ringan akibat pecahan peluru di sebuah rumah di Herzliya, tempat seorang wanita lanjut usia tinggal bersama pengasuhnya.

Polisi menyebutkan dua orang mengalami luka ringan.

Kemudian di Kfar Saba, sebelah utara Tel Aviv, sebuah roket jatuh di sebuah lapangan, menciptakan kawah besar.

Sehari sebelum serangan roket Hamas, Israel mengumumkan keberhasilan mereka menghancurkan lebih dari 50 target teror di Jalur Gaza.

Di Jabalia, di Gaza utara, tentara Israel menggerebek sebuah gudang senjata yang terletak di dalam sebuah sekolah tempat tentara menemukan puluhan komponen roket dan senjata.

Meskipun ada kekhawatiran internasional yang kuat, Israel memulai serangannya di kota Gaza selatan sekitar tiga minggu lalu, dan bersumpah untuk menghancurkan apa yang disebutnya sebagai batalion terakhir Hamas yang berada di sana.

Namun serangan roket terbaru ini merupakan pengingat akan kemampuan militer Hamas setelah tujuh bulan melakukan serangan yang menurut Israel bertujuan untuk melenyapkan kelompok tersebut.

Menteri Kabinet Perang Benny Gantz mengatakan peluncuran roket tersebut menunjukkan perlunya militer terus melancarkan serangannya.

Analis politik Israel, Akiva Eldar mengatakan bahwa serangan roket Hamas terhadap Israel akan digunakan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menentang keputusan ICJ.

"Dia akan berperan sebagai korban dan memiliki alasan baru untuk melanjutkan serangan ke Rafah.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Wall Street Menguat Terdorong Perkembangan Konflik Iran-AS

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18

Dolar AS Terkoreksi, Indeks DXY Turun ke 99,10

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07

Warga AS dari Zona Ebola Dievakuasi ke Eropa

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:50

Di DK PBB, Indonesia Kutuk Serangan RS Gaza dan Penahanan 9 WNI

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:38

RUPST Solid 89,53 Persen, AGRO Resmi Jalankan Peta Besar 2030

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:32

Logam Mulia Global Bangkit, Emas Spot Melesat 1,1 Persen

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:14

STOXX dan DAX Terbang, Investor Borong Saham Bank dan Semikonduktor

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:00

Mahalnya Harga Sebuah Kepercayaan Pasar

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:41

Prabowo Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti Bukan Teguran Biasa

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:17

Mengungkap Investor Kabur Bikin Rupiah Anjlok

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:09

Selengkapnya