Berita

Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Fadlul Imansyah/RMOL

Politik

BPKH: Bisakah yang Telah Daftar Dianggap sebagai Haji?

MINGGU, 26 MEI 2024 | 19:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Masa tunggu keberangkatan jemaah haji di Indonesia lebih pendek dibanding negara tetangga, Malaysia.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Fadlul Imansyah, pada acara Ikaluin Award 2024, di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, UIN Jakarta, Minggu (26/5).

Dia juga mengungkapkan, masa tunggu haji di Indonesia tergantung jumlah antrian berdasarkan masing-masing kabupaten atau kota. Rata-rata menunggu 30 tahun.


Sementara di Malaysia 140 tahun. Karena itu, di Malaysia, jemaah yang telah mendaftar sudah dianggap bagian dari haji.

"Jadi, sahabat-sahabat saya di sana (Malaysia), mereka daftar saja sudah bagian dari haji, karena mereka tahu tidak akan bisa berangkat, karena harus menunggu 140 tahun," katanya.

"Apakah di Indonesia ada bagian yang seperti itu? karena masalah penyakit kritis kan bisa menyebabkan tidak bisa berangkat, dan sebagainya," tanya Fadlul.

BPKH berharap Kementerian Agama bersama para pakar dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bisa mendiskusikan soal itu, karena akan membuat jemaah menjadi tenang.

"Karena ada yang tanya saya, boleh nggak kalau daftar itu sudah dianggap sebagai haji?" Fadlul menirukan pertanyaan yang diajukan padanya.


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya