Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Bus Listrik BYD Asal China Bakal Jadi Andalan di London

SABTU, 25 MEI 2024 | 19:53 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Raksasa otomotif asal China, BYD berupaya untuk terus memperluas pasarnya di Eropa, salah satunya dengan menggencarkan penjualan bus listrik ke kawasan tersebut.

Mengutip Carnewschina, Sabtu (25/5), bus listrik BYD dikabarkan telah dioperasikan oleh Go-Ahead Group, perusahaan yang mengoperasikan setengah dari Transport for London (TfL), di Inggris.

Perusahaan itu kabarnya telah memesan 100 unit bus listrik tingkat sebagai transportasi umum di London.


Berdasarkan laporan The Sunday Times, Go-Ahead Group sudah merogoh koceknya hingga 400 ribu poundsterling (Rp8,1 miliar) untuk satu unit bus. Harga bus impor dari China ini diketahui lebih murah Rp2 miliar dibandingkan bus yang diproduksi secara lokal.

Adapun bus listrik yang digunakan nantinya bus listrik BYD BD11, dengan baterai Lithium Fero Phosphate (LFP) berkapasitas 532 kWh, dengan jarak tempuh diklaim dapat mencapai hingga 640 kilometer (400 mil) dalam kondisi baterai penuh.

Kapasitas baterai tersebut diyakini dapat memenuhi keperluan perjalanan di London yang biasanya menempuh 100 hingga 200 mil sehari.

TfL berencana untuk menggunakan bus listrik sepenuhnya pada 2030. Sehingga BYD kini berada di garis terdepan sebagai  calon penyedia bus listrik di negara itu. Meski demikian, tekanan politik bisa membuat produsen asal China itu kesulitan menembus pasar Eropa.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya