Berita

Zhang Zhan/AP

Dunia

China Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Karena Beritakan Kekacauan Covid-19

JUMAT, 24 MEI 2024 | 11:30 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Jurnalis warga Tiongkok Zhang Zhan telah dibebaskan dari penjara setelah menjalani hukuman empat tahun penjara karena liputannya mengenai respons Beijing terhadap Covid-19.

Zhang yang merupakan seorang mantan pengacara melakukan perjalanan ke pusat kota Wuhan pada bulan Februari 2020 untuk melaporkan kekacauan di pusat pandemi. Ia mempertanyakan penanganan pihak berwenang terhadap wabah tersebut dalam video ponsel pintarnya.

Dia ditahan pada Mei 2020 dan tujuh bulan kemudian dijatuhi hukuman empat tahun penjara karena "menimbulkan pertengkaran dan memprovokasi masalah" ?" sebuah tuduhan yang biasa digunakan untuk menekan perbedaan pendapat.


Zhang dijadwalkan dibebaskan pada 13 Mei namun kurangnya informasi mengenai keberadaannya telah memicu kekhawatiran di kalangan kelompok hak asasi manusia dan aktivis bahwa dia masih bisa ditahan.

Sebuah video pendek yang menampilkan Zhang yang mengenakan piyama yang dibagikan oleh Reporters Without Borders (RSF) pada hari Rabu tampaknya menunjukkan bahwa dia telah dibebaskan sesuai jadwal.

“Polisi membebaskan saya dari penjara pada pukul lima pagi tanggal 13 Mei dan mengirim saya ke rumah kakak laki-laki saya di Shanghai,” kata Zhang dalam video tersebut, dengan suara lembut dan terbata-bata.

"Terima kasih semuanya atas bantuan dan perhatian Anda, saya berharap yang terbaik untuk Anda... tidak banyak lagi yang bisa saya katakan," kata Zhang.

Tidak jelas siapa yang merekam video tersebut, dan RSF mengatakan video tersebut dirilis "melalui perantara".

Meskipun Zhang tampaknya telah dibebaskan, “kontaknya dengan dunia luar dan kehidupan sehari-hari semuanya diawasi”, tulis Jane Wang, seorang aktivis berbasis di Inggris yang terlibat dalam kampanye untuk membebaskan dan menemukan Zhang, di platform media sosial X.

“Dia hanya mempunyai kebebasan terbatas,” kata Wang.

Aktivis serta kantor hak asasi manusia PBB telah menyatakan keprihatinannya mengenai kesehatan Zhang yang berusia 40 tahun setelah dia melakukan beberapa kali mogok makan di penjara untuk memprotes hukuman yang dijatuhkan padanya.

“RSF tetap prihatin dengan situasinya dan menekankan bahwa kebebasan parsial bukanlah kebebasan sama sekali,” tulis pengawas media dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

“Intervensi diplomatik tetap penting untuk memastikan pembebasan penuh dan tanpa syarat tanpa penundaan,” kata RSF.


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya