Berita

Kapal Run Zeng 03/Ist

Nusantara

Kapal Ikan Asing Pelaku Kejahatan Ditangkap

Penyelamatan ABK Perikanan Indonesia Harus Diprioritaskan

JUMAT, 24 MEI 2024 | 09:57 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kapal Run Zeng 03 berhasil ditangkap di Laut Arafura oleh Ditjen Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) beberapa waktu lalu.

Operasi penangkapan penuh drama melibatkan kapal pengawasan dan pengawas milik PSDKP. Penangkapan kapal Run Zeng 03 dilatarbelakangi oleh tindakan kejahatan perikanan yang dilakukan sebelumnya.

Yakni melakukan alih muatan (transhipment) 100 ton ikan di laut tanpa izin, dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap ABK Perikanan dan jual beli bahan bakar solar secara ilegal sebanyak 150 ton yang dilakukan KM Mitra Utama Semesta ke Kapal Run Zeng 03 dan Kapal Run Zeng 05.


Dalam proses penangkapan, kapal Run Zeng 03 diketahui membawa 12 ABK Perikanan berkewarganegaraan Indonesia dan 18 ABK Perikanan berkewarganegaraan asing.

Selain menangkap KM Run Zeng 03, aparat PSDKP-KKP juga mengamankan kapal ikan berbendera Indonesia KM Yulian. Kapal ikan jenis pengangkut asal Probolinggo, Jawa Timur berukuran 157GT ini juga diduga turut serta membantu operasionalisasi kapal ikan asing tersebut dengan mendistribusikan logistik makanan dan BBM.

Peneliti DFW Indonesia Miftahul Choir mengatakan bahwa kerja keras dan kesabaran aparat PSDKP-KKP dalam menangkap KM Run Zeng 03 diharapkan akan membuka tabir gelap atas beroperasinya kapal asing ukuran besar di perairan Indonesia secara ilegal.

“Sejak awal kami mendorong agar kasus ini dapat diungkap secara tuntas dengan menangkap KM Run Zeng 03 dan KM Run Zeng 05 untuk mengetahui siapa aktor atau pihak yang menjamin dan membiarkan kapal ikan asing beroperasi di perairan Indonesia tanpa izin,” kata Miftah dalam keterangannya, Jumat (24/5).


Selanjutnya, Miftah juga mendukung dan mendesak pencarian dan penangkapan KM Run Zeng 05 untuk menyelamatkan ABK Perikanan Indonesia yang masih berada di atas kapal agar dapat dipulangkan kembali ke keluarganya.

“Saat ini diperkirakan masih ada 15 orang Awak Kapal Perikanan Indonesia yang berada di atas kapal KM Run Zeng 05 yang belum diketahui keberadaannya tapi diduga telah melarikan diri ke perairan Papua Nugini,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada 14 April 2024, kapal pengawas KM Orca-05 milik PSDKP berhasil melakukan penghentian, pemeriksaan dan penanganan (HENRIKAN) terhadap KM Mitra Utama Semesta.

Hal ini tidak terlepas dari insiden melompatnya 6 orang ABK Perikanan yang menjadi korban pelanggaran hukum dan hak asasi manusia diatas kapal pada 11 April 2024.  Berdasarkan pengaduan yang diterima Nasional Fishers Center (NFC-DFW Indonesia), 1 dari 6 orang ABK Perikanan tersebut ditemukan meninggal dunia oleh warga Kampung Koijabi, Aru.

Atas peristiwa ini, NFC-DFW Indonesia telah menemukan dan menerima laporan adanya  dugaan pelanggaran hak-hak normatif yang dialami para Awak Kapal Perikanan.

“Sejauh ini, NFC telah mendapatkan laporan pelanggaran ketenagakerjaan yaitu makanan dan minuman tidak layak, fasilitas keselamatan buruk, tidak adanya kontrak kerja atau Perjanjian Kerja Laut (PKL) dan bekerja 16 jam dalam sehari,” kata peneliti DFW-Indonesia, Siti Wahyatun.  

Perkembangan ini memperkuat dugaan adanya indikasi pidana perdagangan orang.

“Saat ini, masih ada sekitar 18 ABK Perikanan berkewarganegaraan Indonesia yang belum kembali dan diduga masih berada di atas kapal KM Run Zeng 05,” jelasnya.

Siti meminta pemerintah Indonesia untuk  membongkar jaringan, baik nasional maupun internasional, yang terafiliasi dengan Kapal KM Mitra Utama Semesta, KM Yulian, Kapal Run Zeng 03 dan Kapal Run Zeng 05 yang telah melakukan praktik IUUF, termasuk praktik transhipment, dan pengangkutan BBM Ilegal di perairan Indonesia serta perdagangan orang maupun kerja paksa kepada ABK perikanan Indonesia.

”Pemerintah perlu secara aktif melakukan koordinasi dengan otoritas perikanan dan keamanan regional dan internasional untuk mendapatkan data, informasi dan status operasi kapal Run Zeng 03 dan Run Zeng 05 dan melakukan langkah-langkah hukum,” beber dia.

Pihaknya juga mendesak otoritas Pemerintah Indonesia untuk melakukan koordinasi dan bekerja sama antar lembaga terkait, untuk menindak tegas aktor intelektual dibalik berbagai dugaan tindak pidana dalam peristiwa ini, serta memperketat pengawasan di perairan Indonesia agar tidak terjadi keberulangan peristiwa serupa di kemudian.

“Mengingat kejahatan perikanan yang terjadi pada kasus ini tidak tunggal dan ditemukan adanya pidana lain, kami mengusulkan agar Menteri Kelautan dan Perikanan membentuk tim terpadu atau satuan tugas khusus untuk menangani dan mengawal kasus ini,” pungkas Siti.

Adapun Aparat Penegak Hukum yang dimaksud dan perlu terlibat dalam tim adalah unsur Kepolisian, Kejaksaan, Angkatan Laut, Bakamla, PSDKP-KKP, dan Mahkamah Agung.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya