Berita

Pengolahan rumput laut/Net

Bisnis

Luhut Targetkan Hilirisasi Rumput Laut Capai Rp304 Triliun di 2030

KAMIS, 23 MEI 2024 | 08:52 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Hilirisasi rumput laut (seaweed) ditargetkan akan menghasilkan 19 miliar dolar AS (Rp304 triliun) pada 2030 mendatang.

Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

"Sekarang ini kita sedang memulai (hilirisasi), tapi tadi Pak Trenggono dalam speech-nya kan memberi tahu 2030 dari sini kita bisa ekspor sampai US$19 miliar dollar," ujar Luhut, dikutip Kamis (23/5).


Selain menghasilkan pendapatan yang besar, Luhut mengatakan bahwa hilirisasi rumput laut juga bisa membuka lapangan kerja yang besar, di mana setiap 100 hektare ditaksir dapat mempekerjakan 150 orang.

"Tadi seperti di Nusa Tenggara Barat (NTB) saja itu ada 600 ribu hektare yang siap sekarang untuk kita tanam. Jadi kita tinggal nanti laporkan. Mudah-mudahan kita bisa mempersiapkan sehingga tahun ini juga sudah bisa kita mulai memakai yang 600 ribu hektare yang di NTB," jelasnya.

Potensi besar tersebut membuat Luhut berencana memasukkan hilirisasi rumput laut ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), dan merekomendasikan terobosan itu kepada presiden selanjutnya, Prabowo Subianto.

"Pak Jokowi sudah perintahkan saya waktu itu, tapi sekarang baru kelihatan buahnya setelah beberapa lama. Dan kami laporkan pada presiden terpilih. Beliau juga dengan cepat respons, karena beliau komitmen untuk meneruskan," sambungnya.

Adapun produk yang dihasilkan dari hilirisasi seaweed sendiri yaitu bioplastik, makanan, pupuk organik, hingga biostimulan.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya