Berita

People Water Forum/Net

Politik

PWF, Gerakan Tandingan WWF ke-10 Ditentang Masyarakat Bali

SELASA, 21 MEI 2024 | 08:41 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Di tengah gelaran Forum Air Sedunia atau World Water Forum (WWF) yang berlangsung di Bali, muncul gerakan tandingan mengatasnamakan People's Water Forum (PWF).

PWF yang digagas sejumlah masyarakat sipil ini pun banyak ditentang karena bertentangan dengan imbauan Gubernur Bali dalam pelaksanaan WWF ke-10 serta dianggap sarat kepentingan asing.

Salah satu pihak yang menentang keberadaan PWF adalah Aliansi Gabungan Masyarakat Bali. Ormas berisi masyarakat dan pecalang Bali ini menilai gerakan tandingan tersebut rawan mengganggu ketertiban masyarakat dan tidak sejalan dengan nilai-nilai lokal.


"Kami menegaskan tidak akan membiarkan agenda asing mengganggu kedamaian dan keharmonisan di Bali," tegas Koordinator Aliansi Gabungan Masyarakat Bali, Gus Yadi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/5).

Pandangan Gus Yadi, PWF tidak mencerminkan aspirasi atau kebutuhan masyarakat Bali. Keberadaan forum tersebut itu pun wajar jika tidak diterima masyarakat lokal.

Di sisi lain, Aliansi Gabungan Masyarakat Bali meminta pemerintah setempat untuk menindaklanjuti penolakan mereka terhadap PWF ini. Pemerintah, kata dia, harus berpihak kepada suara-suara masyarakat Bali dan menolak agenda asing yang tidak sesuai kepentingan lokal.

"Kami menegaskan komitmen untuk menjaga keutuhan dan keberlangsungan masyarakat Bali yang berlandaskan pada nilai-nilai lokal dan budaya yang kaya," tandasnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya