Berita

Pengamat Pendidikan, Cecep Darmawan/Repro

Politik

UKT Mencekik, Nadiem Makarim Harus Tanggung Jawab

SABTU, 18 MEI 2024 | 11:24 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) harus bertanggung jawab atas mahalnya uang kuliah tunggal (UKT) yang memberatkan mahasiswa.

Alokasi APBN 20 persen sebagaimana diamanatkan Undang Undang Dasar (UUD) 1945 harus terserap dengan baik oleh ribuan perguruan tinggi di Indonesia. Sehingga, beban anggaran yang tidak terserap dengan baik itu tidak menjadi tanggungan perguruan tinggi sepenuhnya.

Demikian disampaikan Pengamat Pendidikan, Cecep Darmawan dalam diskusi virtual bertajuk “Nanti Kita Cerita Tentang UKT Hari Ini”, Sabtu (18/5).  


“Jangan sampai gini, 'persoalannya di pusat, ah sasarin aja ke perguruan tinggi'. Mahasiswa jadi demonya ke rektor,” kata Cecep.

Di sisi lain, perguruan tinggi juga harus membuka ruang dialog persuasif dengan mahasiswa apabila ada penyesuaian biaya kuliah.

"Ajak mahasiswa, BEM-nya, terus forum dosen senat akademik. Nah sekarang kayaknya komunikasinya (mereka) kurang. Makanya ada beberapa perguruan tinggi yang mahasiswanya demo,” sesalnya.

Cecep sendiri tidak sependapat dengan anggapan kenaikan UKT dipicu oleh UU Nomor 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi (Dikti) yang melahirkan kebijakan perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH).

Menurutnya, PTN-BH bukan satu-satunya faktor yang melahirkan komersialisasi pendidikan.

“Bukan, tetapi memang tanggung jawab pemerintah yang minim dari sisi anggaran,” tandas Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini.

Dalam diskusi tersebut, turut hadir secara virtual narasumber lain seperti Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih; Rektor UPN Veteran Jakarta, Dr. Anter Venus; Wakil Rektor IPB University Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof. Deni Noviana; dan Koordinator Aliansi Mahasiswa Menggugat, Najib Jayakarta.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya