Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat wawancara dengan media Jerman/Ist

Dunia

Airlangga ke Media Jerman: Investasi Tidak Memiliki Bendera

KAMIS, 16 MEI 2024 | 15:28 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penguatan hubungan kerja sama ekonomi bilateral dengan berbagai negara bisa membawa Indonesia mewujudkan cita-cita sebagai negara ekonomi terbesar keempat di dunia.

Salah satunya dengan menjalin kerja sama bisnis dengan Jerman. Indonesia sendiri saat ini berada di peringkat 16 sebagai negara ekonomi terbesar di dunia.

“Saya bertemu dengan Menteri Ekonomi Federal Robert Habeck dan berharap dapat memulai bisnis dengan Jerman, ekonomi terbesar di Eropa. Lebih dari itu, kami menginginkan akses lebih baik terhadap teknologi dan investasi Jerman," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam wawancara dengan media Jerman, Handelsblatt.


Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga menegaskan bahwa Indonesia membuka peluang investasi dari semua pihak.

“Saya rasa investasi tidak memiliki bendera. Kami sangat terbuka untuk semua pihak," jelas Airlangga dikutip Kamis (16/5).

Airlangga menegaskan, Indonesia tidak hanya bekerja sama dengan China, melainkan dengan berbagai negara lain, salah satunya Amerika Serikat pada sektor tembaga, yakni Freeport. Sebelumnya juga ada Jepang dalam kerja sama sektor tambang bauksit.

Menko Airlangga menambahkan, di masa depan nikel Indonesia juga akan berbasis energi hijau melalui pabrik peleburan yang dioperasikan dengan tenaga air, pembangkit listrik tenaga gas, atau bahkan pembangkit listrik tenaga surya. Tentunya akan dilakukan transisi energi di Indonesia.

Namun, Indonesia harus tetap kompetitif dengan produk yang dihasilkan, sehingga biaya menjadi hal yang krusial. Meski begitu, green nickel dan pertambangan berkelanjutan akan terus berproses secara bertahap.

Di sisi lain, Menko Airlangga tidak menganggap pembatasan perdagangan menjadi rintangan dalam negosiasi perdagangan bebas dengan Uni Eropa. Menurut Menko Airlangga, Indonesia berhak mengelola hasil alamnya sendiri.

Pemberlakukan larangan ekspor bahan mentah yang belum diolah tentunya bertujuan agar Indonesia memiliki daya saing global. Dengan begitu, Indonesia dapat membawa nilai tambah ke dalam negeri yang membawa keuntungan bagi rakyat Indonesia.

Optimisme menjadi negara maju juga ditegaskan Airlangga. Jika jumlah penduduk sekitar 320 juta orang dengan PDB 30 ribu dolar AS per kapita pada tahun 2045, berarti Indonesia akan menjadi negara dengan perekonomian sejumlah 9 triliun dolar AS.

Di sinilah tugas pemerintah Indonesia untuk menciptakan banyak lapangan kerja baru agar dapat mewujudkan cita-cita bangsa tersebut.

“Saat ini Jerman memiliki ekonomi sekitar 4 triliun dolar AS. Jadi anda bisa membandingkan seberapa besar Indonesia di 2045 nanti," tutup Ketua Umum Partai Golkar ini.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya