Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

IMF Desak Jepang Stabilkan Nilai Tukar Yen

SELASA, 14 MEI 2024 | 13:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jepang harus mempertahankan komitmennya terhadap nilai tukar. Dana Moneter Internasional (IMF) menegaskan bahwa komitmen itu kelak akan membantu negara itu dari guncangan ekonomi

“Komitmen jangka panjang Jepang terhadap nilai tukar yang fleksibel akan membantu meredam guncangan dan mendukung fokus kebijakan moneter pada stabilitas harga,” kata direktur eksekutif IMF dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah berakhirnya tinjauan tahunan terhadap perekonomian negara tersebut.

Dikutip dari Reuters, Selasa (14/5), IMF juga mengatakan kenaikan lebih lanjut suku bunga kebijakan jangka pendek Bank of Japan (BOJ) harus dilakukan secara bertahap dan bergantung pada data, mengingat risiko inflasi  dan sinyal yang beragam dalam data terbaru.


Pemerintah Jepang dan Bank of Japan diyakini telah melakukan intervensi pasar valuta asing dengan membeli yen dan menjual dolar tepat setelah dolar mencapai 160 yen untuk pertama kalinya dalam 34 tahun pada akhir April. Mata uang Jepang menguat terhadap dolar untuk sementara waktu, namun belakangan ini melemah lagi.

Dengan membeli obligasi pemerintah secara fleksibel sesuai dengan perkembangan pasar, BOJ dapat memitigasi perubahan imbal hasil yang berlebihan yang dapat merugikan sistem keuangan Jepang selama masa transisi historis dari kebijakan moneter ultra-longgar, kata IMF.

Rekomendasi tersebut muncul ketika Jepang berjuang untuk melawan penurunan yen yang terus-menerus yang telah menyusahkan para pembuat kebijakan, karena melemahnya mata uang merugikan konsumsi dan perekonomian secara lebih luas dengan menggelembungkan biaya impor bahan mentah.

Di Jepang, Kementerian Keuangan mempunyai wewenang untuk memutuskan apakah dan kapan perlu melakukan intervensi. BOJ bertindak sebagai agen dan melaksanakan perintah atas nama kementerian.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya