Berita

Kecelakaan bus pariwisata di dekat Masjid Saadah, Ciater, Subang Jawa Barat/Ist

Publika

Kecelakaan Bus di Subang: "Perpisahan" jadi Perpisahan

OLEH: KRMT ROY SURYO
MINGGU, 12 MEI 2024 | 09:33 WIB

INNALILAHI wa innailaihi rojiun. Sampai dengan Minggu pagi (12/5) tercatat 11 korban dipastikan meninggal dunia akibat kecelakaan bus pariwisata di dekat Masjid Saadah, Ciater, Subang Jawa Barat.

Kecelakaan Bus Putera Fajar bernopol AD 7524 OG tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu malam (11/5) sekitar pukul 18.30 WIB. Bus nahas ini membawa sebagian rombongan SMK Lingga Kencana asal Depok, dimana keseluruhannya terdapat sekitar 120 peserta dan terbagi ke dalam 3  bus. Namun hanya bus pertama yang mengalami kecelakaan dan terguling di turunan Ciater.

Menurut informasi awal yang bisa didapatkan, terungkap beberapa catatan krusial dari bus yang konon hanya dimiliki oleh perorangan dan bukan P.O (Perusahaan Otomotif) ini, yakni penyebab utama kecelakaan disebut-sebut alasan klasik "rem blong" (?) yang membuatnya oleng ketika dilakukan pengereman.


Bus tersebut selanjutnya menabrak mobil Daihatsu, beberapa motor dan harus berakhir di antara tiang listrik dan papan billboard tepi jalan antara Bandung dan Depok.

Hasil pengamatan sementara dari petugas kepolisian  menyatakan tidak terdapat bekas-bekas pengereman. Padahal kontur jalan menurun dan sewajarnya harus ada penurunan kecepatan yang signifikan.

Sebagaimana sudah sering dilakukan, hasil analisis lengkap dan terinci nantinya akan didapatkan setelah dilakukan olah TKP menggunakan TAA (Traffic Accident Analysis) menggunakan perangkat berbasis LIDAR/ Light Detection and Ranging.

Cara ini dapat membuat Citra Video analisis 3D berbasis pindaian sinar laser ke berbagai arah di lokasi kejadian.

Hasil TAA ini memang akurat dan bisa diandalkan untuk mencari prima causa penyebab awal kejadian memilukan ini setelah digabungkan dengan hasil penyelidikan lainnya. Misalnya wawancara dengan saksi-saksi korban selamat, termasuk sopir yang alhamdulillah selamat meski harus dirawat di RSUD Subang.

Disebut-sebut bus yang sering digunakan untuk carter pariwisata ini menggunakan basis sasis bus keluaran tahun 2006 alias sudah berusia 18 tahun dan tampak dikaroseri baru untuk membuatnya "tampak modern" dan menarik penampilannya.

Meski diisi sesuai kapasitasnya, yakni 57 orang, namun bus yang sudah berusia di atas 10 bahkan 15 tahun ini memang seharusnya dilakukan perawatan lebih ketat karena digunakan utk bisnis pelayanan masyarakat umum.

Disinilah perlu dipertanyakan bagaimana kelengkapan syarat Uji Kir kendaraan yang penggunaannya bukan untuk pribadi, apalagi disewakan secara berbayar kepada pihak lain.

Bus Putera Fajar ini mengalami kecelakaan justru setelah istirahat dan makan di sebuah rumah makan bernama Bang Jun Ciater usai menyelenggarakan acara "perpisahan" di daerah wisata Lembang.

Menurut saksi mata di lokasi kejadian, sebelum menabrak mobil dan motor-motor, tampak bus meluncur cepat di malam hari dengan hanya menggunakan penerangan Lampu hazard (?) dan bukan lampu utama sebagaimana seharusnya.

Ini dapat diperkirakan bahwa ada kemungkinan bus mengalami mati mesin (?) sebelumnya, sehingga praktis fungsi booster dan master rem abnormal.

Dalam wawancara eksklusif KompasTV yang disiarkan langsung (live) dari RSUD Subang Minggu pagi barusan, pengemudi bus bernama Sadira (?) mengakui bahwa sebelumnya bus sempat mengalami penyetelan ulang posisi pijakan rem ketika berhenti di kawasan wisata Tangkuban Perahu.

Konon katanya setelan rem sebelumnya terlalu dalam dan kurang nyaman. Sesudah disetel lebih tinggi tersebut normal-normal saja.

Sampai kejadian setelah istirahat sehabis makan di Warung Bang Jun yang membuatnya harus banting stir ke kanan untuk memberhentikan laju bus yang sudah tidak terkendali.

Kesimpulannya, tentu rombongan SMK kemarin sama sekali tidak berharap acara "perpisahan" yang menjadi tema acara awal menjadi perpisahan yang sesungguhnya kepada 11 Korban meninggal akibat kecelakaan fatal ini.

Memang takdir hidup dan mati seseorang berada di Sang Pencipta kita, Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, namun tidak seyogyanyalah bilamana kita tidak mempersiapkan perjalanan sebaik dan seaman mungkin.

Termasuk mempertanyakannya kepada pemilik atau penanggungjawab kendaraan bilamana menggunakan transportasi umum.

Penulis adalah Pemerhati Telematika



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya