Berita

Protes rakyat Nikaragua terhadap pembangunan kanal yang mempertemukan Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik./Reuters

Dunia

Nikaragua Batalkan Proyek Kanal yang Dibangun Pengusaha China

SABTU, 11 MEI 2024 | 21:06 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Nikaragua akhirnya membatalkan rencana pembangunan sebuah kanal yang akan menghubungkan Samudera Pasifik dan Samudera Atlantik. Konsensi yang sempat diberikan kepada pengusaha asal China pun dinyatakan tidak berlaku lagi.

Aktivis lingkungan menilai rencana pembangunan kanal itu berpotensi merusak alam dan menggusur kelompok masyarakat pedesaan.

Sepuluh tahun lalu, seperti dikutip dari The Guardian, batu pertama untuk pembangunan kanal telah diletakkan. Namun sampai sekarang, tidak ada kelanjutan setelah kelompok petani memprotes perampasan tanah yang dimaksudkan untuk membuka jalan bagi proyek yang didukung pemerintah itu.


Pada tahun 2019, seorang hakim Nikaragua menjatuhkan hukuman penjara selama 216 tahun, 210 tahun, dan 159 tahun kepada tiga pemimpin petani yang berpartisipasi dalam protes.

Mereka dituduh mendukung “kudeta yang gagal” terhadap pemerintah. Undang-undang Nikaragua membatasi hukuman penjara yang sebenarnya dijalani selama 30 tahun.

Usulan pembangunan kanal senilai 50 miliar dolar AS sepanjang 278 km yang melintasi negara Amerika Tengah ini telah lama dipandang sebagai lelucon yang kemudian berubah menjadi sangat serius.

Kanal tersebut dan potensi dampaknya terhadap lingkungan menjadi simbol dari sifat rezim Presiden Daniel Ortega yang semakin represif dan sewenang-wenang.

Pemerintahan Ortega mengklaim kanal tersebut akan menciptakan puluhan ribu lapangan kerja dan menstimulasi perekonomian.

Para pengkritik berpendapat bahwa hal ini menimbulkan risiko lingkungan yang serius, akan membuat ribuan keluarga di pedesaan terpaksa menggusur dan tidak layak secara finansial.

Kemarahan atas rencana tersebut merupakan faktor awal meningkatnya ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintahan Ortega, yang menyebabkan protes massal pada tahun 2018 yang mengakibatkan penindasan dengan kekerasan oleh pihak berwenang.

Menurut rencana, kanal tersebut akan membelah Danau Nikaragua yang merupakan danau terbesar di Amerika Tengah, dan memaksa sekitar 120 orang orang, termasuk komunitas Rama dan Creole, mengungsi dari wilayah adat yang dilindungi di pantai Karibia.

Proyek ini akan menjadi salah satu proyek teknik sipil dan konstruksi terbesar di dunia, melebihi Terusan Panama, dan akan menavigasi cadangan air tawar terpenting di negara tersebut serta menghancurkan kawasan alam yang dilindungi, rumah bagi 22 spesies yang terancam punah.

Konsesi kanal selama 50 tahun diberikan kepada perusahaan HK Nikaragua Canal Development Investment Compnay yang berbasis di Hong Kong, yang dimiliki oleh pengusaha China Wang Jing.

Kritikus mengatakan undang-undang yang memungkinkan proyek tersebut dipercepat tanpa konsultasi yang sah, studi lingkungan hidup atau perdebatan politik.

Sebelum memenangkan konsesi, Wang tidak memiliki pengalaman di bidang teknik sipil dan telah membangun kekayaan di bidang telekomunikasi. Sebagian besar kekayaannya hilang akibat krisis pasar saham Tiongkok pada tahun 2015, ketika ia dilaporkan kehilangan hingga 85 persen kekayaannya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya