Berita

Tambak perbenihan ikan nila/Ist

Bisnis

Perbenihan Nasional Ikan Nila Diperluas untuk Datangkan Cuan

MINGGU, 05 MEI 2024 | 16:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan jejaring perbenihan ikan nasional ikan nila sebagai salah satu upaya meningkatkan produksi ikan nila Indonesia di tahun 2024.

“Untuk bisa mencapai target produksi ikan nila nasional tahun 2024, salah satunya diupayakan dengan terus membangun jejaring bisnis dan distribusi induk dan benih berkualitas,” uhar Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu dalam keterangannya, Minggu (5/5).

Tebe menyampaikan modeling budidaya ikan nila salin berbasis kawasan dengan luasan 80 hektare telah siap beroperasi di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang, Jawa Barat yang dibangun di lahan bekas tambak udang yang sudah tidak produktif berbasis darat (land based) bukan danau (lake based).


“Harapannya teknologi modeling budidaya ikan nila salin Karawang bisa diduplikasi dalam mendorong peningkatan produktivitas tambak idle di Pantura Jawa. Selain dengan memperhitungkan keuntungan finansial, juga tetap mengedepankan ekologi karena land based,” ungkap Tebe.

Salah satu tantangan dalam peningkatan produktivitas tambak idle di Pantura, Tebe menambahkan yaitu kebutuhan benih ikan nila salin baik secara kualitas dan kuantitasnya. Oleh karenanya, sangat diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, peneliti, swasta, akademisi serta stakeholder lainnya dalam pengembangan ikan nila salin. Juga Unit Pembenihan Rakyat (UPR) ikan nila salin dapat berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan ikan nila salin.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Perbenihan, Nono Hartanto, bahwa ada beberapa tantangan dalam pengembangan budidaya ikan nila salin. Tantangan tersebut diantaranya ketersediaan induk dan benih ikan yang terbatas, unit pembenihan khusus nila salin dan tersertifikasi Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) masih sangat sedikit.

“Beberapa upaya KKP telah lakukan dalam pengembangan budidaya ikan nila salin. Pertama, menggencarkan pemuliaan ikan nila salin. Kedua, mendorong unit pemulia untuk melakukan pelepasan ikan nila varietas baru. Ketiga, menguatkan jejaring perbenihan ikan nila khususnya nila salin, serta terus peningkatan sertifikasi CPIB,” jelas Nono.

Nono terus mengajak pemulia induk dan pembenih ikan nila terus saling bekerjasama, sehingga pembudidaya bisa mendapatkan induk unggul dan benih ikan bermutu.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri, perlu kolaborasi dan kerjasama dari semua pihak, baik pemerintah maupun swasta. Sehingga terbangun optimisme dan semangat dalam menghadapi beberapa tantangan dalam pengembangan budidaya ikan nila salin,” harap Nono.

Guru Besar IPB University, Prof Alimudin menyatakan perguruan tinggi siap bersinergi dalam pengembangan teknologi pembenihan dan pembesaran budidaya ikan salin.

“Dengan kita semua berkomitmen baik dari swasta maupun dari Unit Pembenihan Rakyat dalam peningkatan produksi induk dan benih ikan nila. Maka harapan kita semua akan tercapai dalam peningkatan kembali produktivitas tambak-tambak idle, seperti di wilayah Pantura Jawa,” ungkap Prof Alim.

Prof Alimudin menambahkan perguruan tinggi akan siap membantu dalam produksi induk dan benih ikan nila yang toleran salinitas tinggi, baik melalui metode pemuliaan secara konvensional maupun modern. Target pemuliaan antara lain pertumbuhan cepat, monosex, tahan terhadap penyakit dan toleransi terhadap stres lingkungan.

“Selain produksi induk dan benih ikan nila yang toleran salinitas tinggi, sarana dan prasarana seperti penggunaan kincir juga perlu diperhatikan. Penggunaan kincir sebagai alat bantu untuk meningkatkan kadar oksigen dalam air,” jelasnya.

“Stres pada ikan nila salah satunya dapat disebabkan oleh kurangnya asupan oksigen. Jika ikan nila mengalami stres, maka akan menyebabkan daya tahan tubuh ikan nila menurun. Sehingga, ikan nila bisa rentan terkena penyakit,” tambah Prof Alimudin.

Pihak swasta dari perwakilan PT Suri Tani Pemuka, Fauzul Mubin selaku Head Operation Freshwater Fish Hatchery juga menyampaikan bahwa pihaknya siap dan mendukung program pemerintah dalam pengembangan budidaya ikan nila salin terutama pada tambak tambak idle di Pantura Jawa.

“PT Suri Tani Pemuka secara konsisten mengoperasikan hatchery ikan air tawar, terutama saat ini kita fokus pada hatchery ikan nila. Kami akan berkomitmen dan terus fokus dalam penyediaan benih ikan nila dengan kualitas terbaik untuk kemajuan semua pembudidaya ikan nila di Indonesia,” ujar Fauzul.

Fauzul menambahkan proses pengembangan induk unggul yang kita kembangkan melalui kolaborasi terus menerus dengan perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri.

Sehingga harapan kami dapat berkontribusi terus dalam mendukung program pemerintah untuk pengembangan teknologi pembenihan dan pembesaran untuk kegiatan budidaya nila salin.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya