Berita

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Ken Saito/Ist

Global

Airlangga dan Menteri Ekonomi Jepang Sepakat Jalankan 3 Proyek Prioritas Transisi Energi

SABTU, 04 MEI 2024 | 02:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Ken Saito di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) OECD di Paris, Kamis (2/5).

Airlangga menyampaikan apresiasi atas dukungan Jepang dalam proses aksesi OECD Indonesia, dimana pada PTM OECD ini Jepang bertindak selaku ketua.

Lebih lanjut, Airlangga berharap dukungan juga diberikan Pemerintah Jepang dalam pelaksanaan kajian dan proses aksesi Indonesia selanjutnya, salah satunya melalui Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA).


Pertemuan juga membahas mengenai kerja sama di bidang infrastruktur transisi energi dalam kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC).

Dalam pertemuan tersebut ditindaklanjuti pelaksanaan  3 proyek prioritas transisi energi, yaitu Pembangkit Listrik Geothermal di Muara Laboh, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Legok Nangka, Jawa Barat, dan pengelolaan lahan gambut untuk komoditas pangan di Kalimantan Tengah.

Sebagai tindak lanjut, Jepang berencana untuk melaksanakan pertemuan kedua AZEC di Jakarta pada tahun ini.

Airlangga menyambut baik selesainya perundingan substantif Protokol Perubahan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA).

Airlangga mendorong agar proses review protokol tersebut dapat diselesaikan pada semester pertama 2024. Ia berharap JEPA dapat segera diselesaikan untuk menjadi legacy bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Perdagangan yang turut mendampingi Menko Airlangga menyampaikan penerbitan Peraturan Menteri Perdagangan yang memfasilitasi upaya peningkatan ekspor Indonesia-Jepang, salah satunya bagi produk elektronik.



Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya