Berita

Ilustrasi/Net

Otomotif

Produsen Mobil Tiongkok BYD dan Neta Auto Siap Lawan Dominasi Jepang di Indonesia

KAMIS, 02 MEI 2024 | 12:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebagai pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menjual sekitar 1 juta mobil baru pada tahun 2023. Dari jumlah itu, merek Jepang seperti Toyota dan Mitsubishi menguasai lebih dari 90 persen pasar.

Kini hal itu akan mendapat tantangan dari produsen kendaraan listrik Tiongkok, BYD dan Neta Auto, dengan pengumuman rencana investasi baru dari kedua perusahaan pada Pameran Kendaraan Listrik Periklindo di Jakarta yang dimulai Selasa (30/4) hingga Minggu (5/5).

Dalam pernyataannya,  pengembang properti Indonesia, Suryacipta Swadaya, sebelumnya mengumumkan bahwa BYD akan membangun pabrik senilai 1 miliar dolar AS di atas tanah seluas 1,08 kilometer persegi di Subang, Jawa Barat. Konstruksi dijadwalkan akan dimulai pada bulan Agustus, dan operasi akan dimulai pada bulan Januari 2026.


Presiden Direktur BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyambut baik pembangunan pabrik ini sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan industri juga transisi energi ramah lingkungan.

“Kami yakin fasilitas yang akan dibangun ini akan mampu mendorong pertumbuhan industri otomotif Indonesia dan transisi menuju energi ramah lingkungan sekaligus mendukung perekonomian, khususnya di wilayah sekitarnya,” kata Zhao dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Nikkei, Kamis (2/5).

Di acara yang sama, Jerry Huang, Managing Director Neta mengatakan bahwa perusahaannya siap meningkatkan investasi di tanah air.

“Tahun ini Neta Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan investasi kami di Indonesia dengan memulai produksi lokal,” kata  Huang.

Pada bulan November, Neta menandatangani perjanjian dengan Handal Indonesia Motor untuk merakit kendaraan listrik di Indonesia yang direncanakan beroperasi pada kuartal kedua tahun ini.

Periklindo, atau Gabungan Industri Kendaraan Listrik Indonesia, mengadakan pameran EV pertamanya pada tahun 2022. Tahun ini, ukuran lantai venue meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Dalam debutnya di pameran EV Jakarta, BYD memamerkan model Dolphin-nya yang diharapkan pengirimannya akan dimulai pada bulan Juli. Sebuah Dolphin akan dihargai sekitar Rp425 juta, setengah dari harga rata-rata global untuk sebuah kendaraan listrik.

Neta, pendatang baru di acara EV Jakarta, meluncurkan NETA V-II-nya, yang akan dibanderol dengan harga mulai dari Rp200 juta hingga Rp300 juta, menjadikannya mobil paling murah di jajaran perusahaan di Indonesia.

“NETA V-II lahir sebagai awal komitmen kami terhadap pasar Indonesia dan menjadi produk NETA pertama yang dirakit secara lokal,” kata Huang.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya