Berita

Para Taruna/I guna mengikuti Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus XLIV Tahun 2024) dengan KRI Banda Aceh-593 (BAC-593)/Ist

Pertahanan

Taruna Lintas Instansi Ikuti Latsitardarnus 2024 dengan KRI BAC-593

RABU, 01 MEI 2024 | 14:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

KRI Banda Aceh-593 (BAC-593) yang merupakan salah satu armada milik Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) telah memberangkatkan Taruna/I guna mendukung kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus XLIV Tahun 2024) beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diadakan setiap tahun sebagai bentuk pembinaan terhadap para Taruna Wreda.

Raut wajah bahagia dan penuh semangat terlihat dari para Kadet. Mereka akan akan mengikuti serangkaian kegiatan latihan yang tidak hanya mengasah keahlian maritim dan memperkuat karakter serta jiwa kepemimpinan.


Ini merupakan langkah awal mereka dalam menghadapi tantangan yang lebih besar untuk menjadi pemimpin masa depan bangsa.

Latsitardanus ini dirancang untuk membangun sinergi antara Taruna dari berbagai Akademi Militer dan sipil, menciptakan kesempatan untuk memahami keanekaragaman dan kebutuhan Indonesia yang luas.

Dengan dilengkapi berbagai simulasi dan aktivitas terpadu, mereka akan dilatih untuk bekerja sama, mengatasi hambatan dan meningkatkan keterampilan komunikasi serta pengambilan keputusan.

Keberangkatan ini bukan hanya tentang latihan fisik, tetapi juga pembelajaran mendalam tentang nilai kebersamaan dan kerja sama yang merupakan fondasi penting bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Sementara itu Panglima Kolinlamil Laksda TNI Hudiarto Krisno Utomo kepada Komandan KRI Banda Aceh-593 Kolonel Laut (P) Sulthon Firdaus menyampaikan, selama melaksanakan penugasan dukungan angkutan militer kegiatan Latsitardanus XLIV 2024 untuk dilakukan dengan sebaik-baiknya.

Panglima Kolinlamil juga menyampaikan penekanannya kepada Komandan KRI agar dalam pelaksanaan penugasan operasi seluruh prajurit pengawak KRI melaksanakan seluruh kegiatan sesuai standar operasional prosedur agar target zero accident dapat tercapai.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya