Berita

Pengamat politik dari Motion Cipta Matrix, Wildan Hakim/Ist

Politik

Judi Online Bahayakan Bonus Demografi

MINGGU, 28 APRIL 2024 | 18:43 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Judi online diyakini membahayakan bonus demografi Indonesia, dan mengancam jutaan anak larut di arena haram itu.

Pengamat politik dari Motion Cipta Matrix, Wildan Hakim, menegaskan, sudah saatnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), PPATK, dan Polri bersinergi memberantas judi online yang membahayakan bonus demografi.

"Digitalisasi membuat judi online makin ramai peminat, ada perputaran uang besar, pemerintah harus serius memangkasnya. Tinggal ditetapkan saja, siapa leading sector pemberantasannya," kata Wildan, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (28/4).


Dari perspektif penegakan hukum, leading sector bisa diberikan kepada Polri. Dukungan teknis dari sisi pembekuan rekening bisa ditangani OJK. Pelacakan aliran dana bisa ditangani PPATK. Sedang Kominfo bertindak dari sisi kampanye publik untuk mengajak anak muda menolak judi online.

"Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo bisa berperan strategis menyusun pesan stop judi online. Mereka memiliki sumber daya untuk itu. Respon terhadap judi online harus disamakan dengan memberantas korupsi. Artinya, pencegahan dan penindakan dilakukan bersamaan," papar Wildan.

Dosen ilmu komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia itu menilai, penanganan judi online harus jadi momentum strategis bagi Wakil Presiden Maruf Amin.

Peran Maruf Amin selaku ulama dan pemimpin pemerintahan bisa ditunjukkan dalam hal ini. Apalagi dia punya kewenangan memberi saran kepada Presiden Joko Widodo.

"Kiai Ma'ruf Amin selaku Wapres cukup mengatakan, silahkan bapak presiden menunjuk Polri sebagai leading sector penanganan judi online. Jangan sampai masa depan generasi muda rusak karena judi," tegas Wildan.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya