Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Konflik Timteng Sedikit Mereda, Rupiah Menguat ke Rp16.220 per Dolar AS

SELASA, 23 APRIL 2024 | 18:55 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup ke level Rp16.220 per dolar AS pada perdagangan Selasa (23/4).

Mata uang rupiah itu menguat 0,10 persen dari perdagangan sebelumnya di tengah meredanya konflik di Timur Tengah.

Analis Pasar Lukman Leong mengatakan bahwa penguatan rupiah hari ini ditopang oleh pelemahan dolar AS, akibat konflik geopolitik di Timteng yang sedikit mereda.


"Rupiah menguat di tengah sentimen risk on di pasar dan koreksi pada dolar AS oleh meredanya situasi geopolitik di Timteng,"kata Lukman.

Tidak hanya rupiah, mayoritas mata uang lainnya di kawasan Asia juga terpantau menguat. Seperti yen Jepang yang menguat 0,01 persen, baht Thailand yang naik 0,02 persen, peso Filipina 0,08 persen, dan won Korea Selatan yang menguat 0,08 persen.

Sementara mata uang yuan China melemah 0,04 persen, dolar Singapura 0,04 persen, dan dolar Hong Kong 0,02 persen.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya